Minggu, 11 Desember 2016

Sebuah Catatan Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki Menuju Jakarta Untuk Melakukan Aksi Super Damai 212 (12)

Telepon berdering lagi, terlihat namanya muncul Ummu Shofwa istri saya
yang bertugas jadi kifer menjaga pondok. Begitu diangkat,,, "Buuuu (
panggilan istri pada saya Abu) saya sakitt". Saya terkejut bukan main,
"sakit apa?" Tanya saya,,, "Meriang tapi begitu diperiksa tadi pagi ke
Dokter, kata dokter fositif hamilll,,,". Allohu Akbar,, berita
gembiara datang dari berbagai arah, calon mujahid baru,, kata saya,,
"oohhh alhamdulillah muu, sehat dan baik-baik ya dirumah,," jawabku.
Saya menoleh ke Kiyai Syarip sambil Jalan, "Kang istri hamil". Kiyai
Syarip tersenyum sambil berkata "Nanti kalau lahir kasih nama Mujahid
212". "hahahah..." Saya tertawa lebar. Subahanallloh, warna-warni
cerita tersaji dalam langkah ini .

Tidak lama terdengar kumandang Adan dzuhur, kami berembug sambil
Jalan. ,dimana kita berhenti?. Belum sempat ada yang jawab, Polisi
lalu lintas membelokan arah rute masuk ke kiri ke aula Al Maksum.
Seseorang memberitahukan bahwa Gubernur, Kapolda dan Pangdam 3
Siliwangi menunggu rombongan di Rumah Makan Sukahati. Semua istirahat
di ruangan terbuka yang sangat luas. Hujan turun rintik-rintik
mengiringi istirahat kami,

Jam 12 .00 semua kafilah peserta long march rebahan di Aula Al Maksum
yang luas dan bersih. Kelihatan siswa-siswa SMK Al Maksum atas
intruksi pimpinannya menyapa kami dengan ramah sambil membagi-bagikan
jeruk segar ke setiap peserta satu persatu disisipi senyum ramah
membuat bahagia setiap orang yang melihatnya. Hati membayangkan
bagaimana indahnya di surga nanti tatkala penduduk surga dijamu oleh
bidadara dan bidadari surgawi yang kecantikan dan kegantengannnya tak
kan bisa dibayangkan di dunia.

Lamunan tiba-tiba buyar tatkala suara pengumuman dari mobil komando
"Semua peserta diharap menuju Rumah Makan Suka Hati yang berada di
sebrang jalan". Buru-buru saya bersuara dengan keras, "wooyyyy itu
intruksi siapa?" kepada orang yang berbicara di mobil karena tidak
dikenal juga bukan peserta dari Ciamis. Lalu saya dapat telepon dari
Kiyai Maksum "kang,,," begitu jawabnya,,,, "baik kalau begitu, saya
ambil miceropon,," Kepada peserta yang sudah solat duhur silahkan naik
penyebrangan untuk menuju Suka Hati. Karena tempatnya sempit sebagian
silahkan solat dulu, jangan lupa jamak qoshor.


Sejam berjalan, Kiyai Maksum nelpon, "kiyai ditunggu disini!!!". "Baik
kang saya kesana". Di bawah guyuran hujan kami nyebrang jalan naik di
tangga jembatan penyebrangan. Lutut terasa mau copot saking pegelnya,
tidak berapa lama saya sampai di Rumah Makan Suka Hati. Peserta long
march sudah duduk berbaris rapi di halaman. Saya menuju ke beranda
depan. Di sana sudah menunggu Kiyai Syarip dan adik Zieguz Maliex
serta Kiyai Maksum. Pas mau duduk terdengar sirine mobil Patwal
Pejabat yang datang. Lirikan mata fokus pada yang datang dan ternyata
Gubernur Jawa Barat Kang Aher, Pangdam 3 Siliwangi serta Kapolda jawa
barat turun dari mobil. Peserta sepontan menyambut dengan takbir.
Kelihatan Kang Aher tersenyum sambil melambaikan tangan, sesekali
mengepalkan tangan sambil bertakbirr memberi semangat pada rakyatnya.
Semakin mendekat pada kami bertiga, Kang Aher salaman plus cipika
cipiki,,, " gimana sehat?". "Alhamdulillah Kang" jawab saya. Gantian
salaman dengan Pangdam dan Kapolda. Panitiya yang nyambut di RM Suka
Hati rupanya sudah mendisain acara, kami kepala kafilah bertiga dibawa
ke ruang lobi diikuti puluhan awak media, sehingga ruangan yang
kira-kira 6x3 meter itu penuh sesak. Di sana sudah tersedia meja
panjang dikelilingi sepuluh kursi. Kami bertiga tidak kebagian duduk
karena kelihatan banyak orang yang tidak berkepentingan ikut duduk
dengan pejabat, otomatis kami berdiri saja , hehee biasaa udah hangat
beritanya.

Acara dialog dibuka, tapi Kang Aher memotong pembicara, "Nanti dulu,
mana pimpinan kafilah? duduk di sini!", pintanya. Akhirnya kami bisa
duduk dekat Pangdam 3 Siliwangi, Kiyai Syarip berada di sebelah
Kapolda, Kiyai Maksum dan kiyai Kohar duduk dengan Kang Aher. Dialog
dimulai, Kang Aher membuka "silahkan Kiyai Nonop, Gimana langkah
selanjutnya?". Dengan lugas saya ceritakan asal muasal kronologi
santri Ciamis jalan kaki, dari mulai umat Islam merasa diteror
psyikologi dengan sebutan makar bagi aksi abi 3, moda transportasi
diintimidasi, Ulama dipecah-belah, dan ujungnya salah satu ormas islam
mengeluarkan fatwa tidak sah sholat jumat di lapangan. Dari situlah
kami berijtihad untuk melakukan penetrasi memecah kebuntuan dan
keterkungkungan kebebasan ummat untuk menyatakan hak berpendapat di
muka umum dengan jalan kaki sebagai bentuk protes sosial pada aparat.
Begitu gamblang dan terang benderang saya ngomong,,,
(https://facebook.com/nonop.hanafi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini