Rabu, 07 Desember 2016

Sebuah catatan Ide Gila Santri Ciamis Jalan kaki Menuju Jakarta Untuk Melakukan Aksi Super Damai 212 (1)

















Mungkin banyak orang bertanya bagimana cerita Jalan kaki santri ciamis
long macrh ke Jakarta,.

Dimulai dari diskusi kecil antara saya adik saya Dan seorang Kiyai
Sepuh Ciamis KH. M. Syarif Hidayat tak luput sahabat kita Didi Sukardi
pada sabtu pagi, obrolan tak jauh dari keseharian kami di pesantren,
namun akhirnya obrolan makin hangat tatkala topik mengarah pada aksi
Bela Islam jilid 3 atau yg lebih dikenal dengan aksi 212 ,TERINGAT
dengan tokoh 212 yaitu Sinto Gendeng dalam lakon sinetron saya
berceloteh bahwa saat ini yang harus muncul adalah ide Gila,
Kenapa? Karena nuansa aksi jilid 3 dibumbui dengan aroma terror
pesyikologi ummat, Ada kosa kata yang beredar bahwa kegiatan itu
adalah makar, moda transportasi dipersulit lewat himbauan Kapolri
ditambah fatwa PBNU mengeluarkan fatwa tidak sah sholat jumat di
lapangan lengkap Sudah gaung aksi jilid 3 semakin ciut gemannya
dibanding aksi jilid 2. Pada saat itu saya mengatakan untuk aksi ke
Jakarta kita Jalan kaki saja, namun semuanya bertannya apa mungkin
kita samapai? Saya katakan kalaupun fisik kita tidak sampai minimal
pesannya sampai.

Dari diskusi itu saya telpon beberapa orang kiyai untuk rapat
persiapan keberangkatan ke Jakarta dan alhamdulillah beberapa orang
datang sehabis sholat maghrib malam ahad di pondok pesantren Miftahul
Huda 2 , rapat dimulai bada magrib dengan penjelasan pentingnya
membangun ruh ummat di tengah berkecamuknya perang pemikiran, rehat
sholat isya dan makan nasi liwet khas anak pesantren, rapat dilanjut
dengan tema tehnnis keberangkatan ke aksi 212, dari semua laporan tiap
daerah Kendalanya pada angkutan bis, di situlah saya kemukakan
bagaimana kalau kita Jalan kaki saja, semuanya menyatakan siap dan
sepakat setelah perdebatan dengan berbagai argument dikemukakan, di
ujung rapat kita bikin pernyataan semacan Press release yang dibacakan
oleh ustad Deden Badrul Kamal lewat siarang langsung fb adik saya
dengan akun Nenk Gidha, semua peserta rapat bubar dan istirahat.

Jam 5 sehabis sholat subuh saya kembali ke aktifitas harian ngajar
santri kitab uqudul juman kajian ilmu balaghoh sastra Arab paling
populer,, di tengah ngajar saya iseng buka fb ternyata di akun fb Nenk
Gidha, Press realease yang semalam sudah dilike 25 ribu orang dan
dibagikan oleh ribuan orang kaget bukan main.

Ahad pagi saya dan adik saya mulai membangun komunikasi dengan
pimpinan pesantren sekabupaten Ciamis untuk menjelaskan rencana dan
mendata santri yg akan ikut gabung,,,,, (bersambung)
(sumber : facebook.com/nonop.hanafi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini