Minggu, 18 Desember 2016

Konflik Aleppo dalam Renungan




Membahas Aleppo ini tidak bisa menggunakan dalil propaganda yang
masyhur seminggu ini. Terlalu pendek untuk bisa melihat apa yang
terjadi di Aleppo. Konflik di Aleppo sudah berjalan lebih dari 4
tahun. Dan banyak sekali kejadian yang 'sengaja dilupakan' dalam
propaganda mereka.

- Di mana kamu saat 'mujahidin' mengeksekusi tentara Syria yang kalah
saat Aleppo timur direbut?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' di Aleppo timur mengebom penduduk
sipil di Aleppo barat?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' menyandera stok bantuan PBB dan
menjualnya kepada penduduk sipil yang seharusnya menerimanya
cuma-cuma?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' mengutus penembak jitu untuk
menghabisi penduduk sipil yang hendak menggunakan koridor evakuasi
yang disediakan Syria dan Rusia?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' menyisir satu demi satu penduduk sipil
untuk mencari kerabat serdadu SAA untuk dijadikan senjata meminta
tebusan?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' mengeksekusi rekan pemberontak yang
insyaf dan hendak menyerah?

- Di mana kamu saat al-Qaeda mengumumkan ganti nama jadi Jabhat
al-Nusra agar bisa menerima bantuan langsung dari Qatar?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' memaksa seorang bocah berusia 12 tahun
untuk menyembelih seorang tentara Syria? Tenaganya begitu lemah hingga
ia harus berkali-kali mengulang sayatannya di leher tentara malang
itu?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' FSA berbondong-bondong memenuhi
panggilan Erdogan untuk menyerbu Jarablus, yang menandai awal invasi
ilegal Turki di tanah Syria?

- Di mana kamu saat 'mujahidin' Nouruddin al-Zenki menyembelih
Abdullah Issa, remaja Palestina yang sedang sekarat hanya karena ia
menjalani pengobatan di tenda medis milik Syria? Tahukah kamu
ginjalnya gagal, makanya ia berobat? Tahukah kamu bahwa ia sudah
memohon untuk ditembak di kepala, namun 'mujahidin' tetap
menyembelihnya?

Aleppo, adalah bagian mikro dari perang yang sedang dikobarkan AS dan
sekutunya di Timur Tengah. Jika kamu masih terus terjebak dengan
narasi Sunni - Syiah ala Bani Saud, dan membuat gambaran skenario ini
menjadi fragmen-fragmen yang seolah tak bertautan, maka tujuan mereka
telah berhasil.

Sesekali, lepaskan dirimu dari jerat kejumudan dan indoktrinasi.
Telusuri setiap gua dan selami setiap hulu. Tonton film dari awal
hingga akhir, agar kau tak kehilangan alur cerita. [Helmi Aditya]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini