Senin, 12 Desember 2016

9 Naga dan Pengaruhnya di Indonesia

Meskipun 9 naga tersebut belum tentu merupakan orang terkaya di
Indonesia, namun mereka saat ini adalah orang paling berpengaruh di
Indonesia.
Dikasih tahu 9 naga kok malah nanya lha kok Cina semua. Namanya juga
naga. Inilah anatomi 9 naga tersebut :

1. Sofjan Wanandi
Sofjan Wanandi dikenal dekat dengan Jusuf Kalla. Tidak heran karena
keduanya sudah kenal baik sejak lama. Bahkan, seorang petinggi PDI-P
mengaku Sofjan sudah sejak lama melobi Megawati untuk memasangkan
Kalla dengan Jokowi. Sejak tahun 2013, Sofjan di berbagai kesempatan
menyatakan bakal mengeluarkan Rp 2 triliun bila sekondanya, Jusuf
Kalla, dipasangkan dengan Jokowi. Sofjan sendiri tercatat memiliki
kekayaan lebih dari Rp 3 triliun. Sofjan kini memimpin Asosiasi
Pengusaha Indonesia (APINDO).

2. Tahir
Tahir tak lain adalah ipar James Riady. Rosy Riady, isteri Tahir,
adalah putri dari Mochtar Riady. Majalah Forbes menyebut kekayaan
Tahir per Maret 2013 sekitar US$ 2 miliar. Dia berada di peringkat
ketujuh orang terkaya di Indonesia. Tahir sukses dengan Grup Mayapada.
Tahun lalu, ia menyumbangkan sejumlah bus untuk membantu Jokowi
membangun citra Jakarta.

3. Rusdi Kirana
Rusdi Kirana bersama kakaknya, Kusnan Kirana, tercatat sebagai orang
kaya ke-29 menurut majalah Forbes pada November 2013. Keduanya sukses
mendirikan maskapai penerbangan Lion Air. Dengan kekayaan yang
mencapai US$ 1 miliar, Rusdi bergabung dengan tim pemenangan Jokowi-JK
sebagai anggota Dewan Pengarah.

4. Jacob Soetoyo
Direktur PT Gesit Sarana Perkasa ini mempunyai jaringan yang kuat
untuk lobi-lobi internasional. Jacob, yang juga menjadi Dewan Pengawas
Center of Strategic and International Studies (CSIS), menyediakan
rumahnya di Permata Hijau untuk pertemuan Jokowi dengan perwakilan
asing di Jakarta, antara lain dengan Dubes Amerika Serikat (AS) Robert
O' Blacke, Duta Besar Myanmar, Meksiko, Turki, Norwegia dan Vatikan.
Sebelumnya, Jacob juga sudah memfasilitasi pertemuan antara Jokowi
dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad di rumah
Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

5. James Riyadi
James Riyadi yang bernama asli Li Bái, Ia pernah terlibat dalam kasus
sponsorship pemilihan presiden Amerika Serikat yang memenangkan Bill
Clinton. James Riyadi merupakan bos Group Lippo yang menguasai bermain
di pasar perbankan, properti, dan rumah sakit. Ia menjadi pendukung
Joko Widodo sejak pemilihan gubernur Jakarta. Namun, ia ditengarai
bersaing pengaruh pada Jokowi dengan Jacob Soetoyo yang Katolik.

6. Anthony Salim
Anthony Salim atau Liem Hong Sien merupakan salah satu orang yang
masuk ke dalam 10 Tokoh Bisnis yang paling berpengaruh pada tahun 2005
oleh Warta Ekonomi. Predikat itu diberikan karena dirinya berhasil
membangun kembali Group Salim yang saat itu mengalami kegagalan yang
diakibatkan oleh krisis ekonomi tahun 1998. Saat krisis 1988 Salim
Group banyak mempunyai hutang hingga mencapai 55 trilyun rupiah.
Anthony Salim yang memegang kekuasaan pada Salim Group akhirnya harus
melunasi hutangnya dengan cara menjual beberapa perusahaan yang
dimilikinya yaitu PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT
Indomobil Sukses Internasional. Meskipun demikian, Anthony Salim masih
mempunyai beberapa perusahaan besar yang tidak dia jual. Perusahaan
tersebut antara lain adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT
Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan
penghasil mie instant dan tepung terigu terbesar di dunia.

7. Tommy Winata
Tommy Winata merupakan pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha
Network. Usahanya terutama bergerak dalam bidang perbankan, properti
dan infrastruktur. Di samping usaha bidang komersial, TW juga dikenal
sebagai pendiri Artha Graha Peduli, sebuah yayasan sosial, kemanusiaan
dan lingkungan yang sering turun membantu masyarakat di banyak daerah
di Indonesia. Sesaat setelah Jokowi melantik menteri, Tommy Winata
terlihat dekat dengan Menteri Susi Pudjiastuti.

8. Edward Soeryadjaya
Ia yang bernama asli Tjia Han Pun, adalah pemilik Ortus Group, sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Hubungan antara Edward
dengan Jokowi sangat dekat, apalagi Edward pernah mengeluarkan uang
dalam jumlah yang sangat besar dari koceknya sendiri untuk proyek
monorel. Ortus Group juga bahkan tengah dalam proses untuk
mengakuisisi saham PT JM hingga 90% atau mayoritas.

9. Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono yang bernama asli Oei Hwie Tjhong adalah pemilik
perusahaan rokok Djarum. Saat ini ada sebuah tren baru di dunia maju
untuk menekan industri rokok. Baik iklan maupun sponsor rokok pada
sejumlah kegiatan mulai dibatasi. Misalnya, Marlboro yang pasarnya di
Amerika mulai mendapat tekanan sehingga mencari pasar baru, salah satu
lahan basah tersebut adalah Indonesia. Inilah sebabnya Robert Budi
Hartono mendukung Jokowi untuk mengamankan bisnis dan pasarnya di
Indonesia. (Sumber : Hendrajit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini