Senin, 28 Maret 2016

Hukum Mendownload File Mp3 dan Sejenisnya Secara Gratis Dari Internet





Forummuslim.org - Dewasa ini di internet kita bisa mendownload atau
mengupload file apapun meski file itu bukan milik kita, lalu apakah
hukumnya bila kita mendownload file-file tersebut dari internet?
Mengenai soalmendownload hak cipta hemat kami sangat menarik. Sebab,
sepanjang yang kami ketahui dalam khazanah fikih klasik tidak terdapat
penjelasan sharih mengenai hal tersebut. Dalam pandangan kami
persolaan ini masuk dalam kategorial-masa`ilul fiqhiyyah
al-mu'ashirah(masalah baru dalam fiqih).

Sebelum kami membahas persoalan di atas, pertama yang harus dipahami
adalah apakah mp3, software maupun film termasuk kategori harta (mal)
atau bukan.

Menurut Imam Syafi'i harta adalah sesuatu yang bernilai, dapat
diperjualbelikan, pihak yang menghilangkannya harus mengantinya, dan
tidak dibuang oleh orang. Contoh harta adalah uang dan sejenisnya.
Demikian sebagaimana dikemukakan Jalaluddin As-Suyuthi :

أَمَّا الْمَالُ فَقَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لَا يَقَعُ
اسْمُ مَالٍ إِلَّا عَلَى مَالَهُ قيِمَةٌ يُبَاعُ بِهَا وَتَلْزَمُ
مُتْلِفَهُ وَإِنْ قَلَّتْ وَمَالَا يَطْرَحُهُ النَّاسُ مِثْلُ
الْفَلْسِ وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ

"Perihal harta Imam Syafi'i RA berkata, 'Bahwa nama mal (harta) hanya
disematkan pada sesuatu yang bernilai, yang dapat diperjualbelikan,
dan mengharuskan pihak yang menghilangkannya untuk bertanggung jawab
(menggantinya) meskipun sedikit, serta tidak dibuang orang. Contoh
harta itu uang dan sejenisnya," (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi,
Al-Asybah wan Nadha`ir, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1403 H,
halaman 327).

Penjelasan Imam Syafi'i tentang mal yang dikemukakan Jalaluddin
As-Suyuthi di atas tampak dibangun di atas landansan tradisi ('urf).
Dengan kata lain, patokan untuk menilai apakah sesuatu dianggap
sebagai harta atau bukan adalah 'urf. Sedangkan esensi atau tujuan
yang paling nyata dari semua harta adalah manfaatnya sebagaimana
dikemukakan Izzuddin Abdussalam :

اَلْمَنَافِعُ هِيَ الْغَرْضُ الْأَظْهَرُ مِنْ جَمِيعِ الْأَمْوَالِ

"Kemanfaatan adalah esensi yang paling jelas dari semua harta," (Lihat
Izzuddin Abdussalam, Qawa`idul Ahkam fi Mashalihil Anam, Darul
Ma'arif, Beirut, juz I, halaman 156).

Dengan demikian kita dapat memahami bahwa kemanfaatan (al-manfa'ah)
juga termasuk dalam kategori harta. Salah satu dalil yang bisa dirujuk
untuk menyatakan bahwa kemanfaatan termasuk harta adalah kisah Nabi
Musa AS yang mengurus hewan ternak selama delapan tahun sebagai mahar
yang diberikan untuk istrinya, putri Nabi Syu'aib AS, sedangkan syarat
mahar adalah berupa harta (mal).

وَالشَّرْعُ قَبْلَ ذَلِكَ كُلِّهُ اعْتَبَرَ الْمَنَافِعَ أَمْوَالًا
بِدَلِيلِ جَعْلِ خِدْمَةِ رَعْيِ الْمَوَاشِي ثَمَانِيَ سَنَوَاتٍ
مَهْرًا لِزَوَاجِ مُوسَى مِنِ ابْنَةِ شُعَيْبٍ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ.
وَمِنَ الْمَعْلُمومِ أَنَّهُ يُشْتَرَطُ فِى الْمَهْرِ أَنْ يَكُونَ
مَالًا لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ
تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ

"Sebelumnya syara' telah menganggap bahwa kemanfaatan masuk kategori
sebagai harta dengan merujuk kisah pengurusan hewan ternak selama
delapan tahun yang dilakukan Nabi Musa AS sebagai mahar untuk
istrinya, putri Nabi Syu'aib AS. Sedangkan sudah maklum bahwa
disyaratkan dalam mahar harus berupa harta sebagaimana firman Allah
swt: 'Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian
itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya,'" (Lihat
Wahbah Az-Zuhayli, Al-Mu'amalatul Maliyyah Al-Mu'ashirah, Damaskus,
Darul Fikr, cet ke-6, 1429 H/2008 M, halaman 593).

Jika semua penjelasan ini ditarik ke dalam konteks pertanyaan di atas,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa mp3, software, dan film termasuk
kategori mal. Yang paling berhak tentu adalah pemiliknya sehingga
pihak lain tidak bisa dengan serta merta memanfaatkannya tanpa izin
darinya.

Jika ada pihak-pihak menyediakan link download misalnya mp3 atau
software tanpa seizin pemiliknya atau restu darinya, maka hal itu
jelas tidak diperbolehkan. Dari sinilah kemudian dapat dipahami
tentang larangan mengambil atau menyerobot hak cipta orang lain.
Karena hal itu sama dengan mengambil harta milik orang lain dengan
cara batil yang jelas-jelas dilarang oleh syara'/agama sebagaimana
firman Allah SWT :

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِل

"Janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil,"
(QS. Al-Baqarah [2]: 188).

Demikian ulasan singkat kami tentang hukum mendownload Mp3, software
atau file-file sejenis. Semoga bermanfaat dan bisa dipahami dengan
baik. Hikmahnya, jangan pernah mengambil apa yang menjadi milik orang
lain dengan cara-cara batil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini