Rabu, 25 November 2015

Pertemuan Presiden Rusia dan Pemimpin Tertinggi Iran Membuat AS dan Barat Galau

Forummuslim.org - Lingkaran negara-negara barat terutama AS hidup dalam

kegalauan besar, akibat semakin intensnya koordinasi antara Teheran

dan Moskow di bidang politik dan ekonomi dan akan merubah strategi

besar dalam kerjasama di bidang keamanan, militer, politik serta

ekonomi yang akan tercermin sebuah pola model khusus guna menghadapi

kepentingan Barat dan AS di Timur Tengah.



Komandan Revolusi Islam Ali Khamenei selama pertemuannya dengan

Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa slogan "Matilah Amerika"

harus terus didengungkan dan dikumandangkan seperti yang dilakukan

pendiri rezim Islam Iran Khomeini sejak tahun pertama revolusi.



Koran Amerika "Wall Street Journal" mengutip laporan dari

sumber-sumber diplomatik tingkat tinggi, bahwa Amerika Serikat kini

hidup dalam kegalauan yang serius setelah meningkatnya koordinasi

bersama antara Iran dan Moskow di Suriah, sehingga Washington sedang

berupaya untuk memisahkan koalisi Moskow dan Teheran. Dalam konteks

ini Presiden AS Obama baru-baru ini saat KTT "APEC" menuntut Rusia dan

Iran (menurut Associated Press) agar menentukan dan memilih strategi

antara tetap mendukung Presiden Assad atau menjaga keutuhan negara

Suriah.



Surat kabar Rusia "Nezavisimaya Gazeta", Rusia (20/11), menyebutkan

bahwa Washington sedang berupaya untuk membuat beberapa opsi untuk

mengacaukan dua negarai tersebut, opsi pertama membuat Moskow dan

Teheran pecah, opsi kedua dihembuskannya isu sektarian antara

Sunni-Syiah, ini merupakan metode imperialis lama "pecah belahlah maka

Anda akan berkuasa", dan hanya dengan itu dapat memegang kontrol semua

pihak.



Dalam hal ini, analis politik dan ahli strategis Azhar Khafaji,

mengatakan kepada Radio "Austin" Uni Eropa bahwa "Presiden Putin tiba

di Teheran, dia merupakan orang luar Iran yang akan mengumandangkan

slogan "matilah Amerika" dan akan menerapkannya dalam setiap strategi

militer dan kebijakan politik Luar Negeri Rusia".



Khafaji menambahkan "rekan-rekan dekat Putin menegaskan bahwa Presiden

Putin kagum pada pemimpin kharismatik Revolusi Islam Khamenei sejak

pertemuan pertamanya dengan dia pada 16 Oktober 2007, kunjungan

bersejarah pertamanya ke Iran." Presiden Putin berpendapat bahwa

"Sejak kemenangan atas rezim monarkhi Shahanshah yang menjadi sekutu

Barat, Iran melihat semua proyek Arab berusaha menampakkan permusuhan

terhadapnya, dan kalau bukan karena pemerintahannya yang bijak dan

penuh wibawah yang menantang negara-negara Barat dengan penuh

keberanian, maka semua proyek itu akan kembali kepada Barat dan

revolusi itu akan runtuh itu serta akan berubah menjadi rezim

pro-Barat ".



Khafaji melanjutkan "diharapkan hasil negosiasi antara Iran dan Rusia

dapat membentuk koordinasi bersama dalam bentuk yang luas untuk dapat

mengatasi ancaman kelompok teroris Wahabi yang mengancam keamanan dan

stabilitas di seluruh wilayah kedua negara tersebut, dan bagaimana

caranya menangkal bahaya kelompok yang berkoloni di beberapa daerah

dan Negara yang telah mengangkat dan mengatasnmakan Islam dan pemegang

bandera Islam, semua itu adalah kepalsuan dari mereka, karena mereka

jauh dari Islam, mereka para monster menakutkan.



Iran merupakan negara pertama yang memperingatkan kepada semua negara

akan bahaya yang mengancam stabilitas dan keamanan dari kelompok

teroris seperti Jabhah Al Nusra, Wahabi dan ISIS, itu semua merupakan

produk intelejen Qatar dan Arab Saudi untuk dijadikan alat intelejen

Barat dan Israel dalam melaksanakan proyek untuk mengganggu kemanaan

dan politik negara-negara Islam.

Cara pandang Rusia hampir sama dengan Iran, bahwa kelompok teroris

Wahabi Salafi dari beberapa negara Asia Tengah adalah proyek yang

sejak lama telah dipersiapkan dan dipelihara oleh badan intelejen

Barat untuk dapat melakukan beberapa aksi terornya. Selain itu mereka

berupaya untuk menarik para pemuda dari negara-negara Asia Tengah

untuk bergabung guna menciptakan perang gerilya seperti yang terjadi

di Chechnya, peperangan berkedok Islam dan permusuhan pada Rusia.



Diharapkan juga dari hasil negosiasi antara Rusia dan Iran adalah

keduanya akan bekerjasama untuk menumpas ideologi Wahabisme, karena

ideologi tersebut adalah sebuah pemikiran yang menetaskan terorisme

dan telah terungkap bahwa mereka yang terlibat dalam aksi teror

penganut faham Wahabisme, keterlibatan mereka itu tidak lain akibat

ajakan dari para imam Wahabi yang seringkali serukan takfirisme, caci

maki dan seruan jihad, sebagaimana yang ada di Belgia.



Stasiun Radio "Austin" dalam sebuah laporannya meyebutkan bahwa

"kunjungan Putin ke Iran dan pertemuannya dengan komandan Revolusi

Islam Khamenei akan membuka prospek kerjasama di bidang ekonomi,

politik, militer, dan keamanan, dan bahwa kerjasama ini akan bergeser

menjadi penyamaan persepsi strategi kedua negara untuk melawan

pengaruh AS di Timur Tengah, mengatasi peranan berbahaya yang

dimainkan oleh negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki yang

menjadi alat Amerika Serikat, Inggris dan NATO". (salafynews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini