Minggu, 01 November 2015

Perlu Sikap Hati-Hati Dalam Memvonis Kedo'ifan Sebuah Hadits

Hadits:

تركت فيكم امرين لن تضلوا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله‎ ‎وسنتي

Memang tidak diriwayatkan oleh Imam Al Bukhary atau Imam Muslim, tapi
bukan berarti otomatis hadits itu menjadi tidak shahih.

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam al-Hakim di dalam al-Mustadrak,
melalui jalur para perawi dari Imam al-Bukhary dan Imam Muslim. Juga
diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dari Abu Hurairah dengan jalan
mursal.


Perlu dicatat pula bahwa mursal versi Imam Malik dinyatakan shahih
oleh Imam Malik sendiri, demikian yang dapat dipahami dari penjelasan
Syaikh Hasan Masysyath, pengajar hadits di Masjidil Haram pada tahun
1950-an, di dalam bukunya Syarah Mandzumah Baiquniyyah.

Para ulama hadits dari kalangan ahlussunnah wal jamaah menganggap
hadits di atas hasan setelah ada penguat dari jalur periwayatan yang
lain.


Jika kalangan Syiah menganggap hadits itu dhoif secara mutlak, itu
bisa dimaklumi karena kalangan Syiah meragukan kedekatan Abu Hurairah.
Simpulan ini didasarkan kepada tulisan Syaikh Dr. Muhammad Abu Syuhbah
dalam Addifa' 'an Abi Hurairah.


Jadi kita perlu berhati-hati di dalam mengomentari sebuah hadits.
Apalagi, jika hadits itu masyhur di kalangan umat. Jangan sampai
kebencian terhadap suatu kaum, mendorong amuk untuk merobohkan
bangunan agama yang sama-sama dihormati. Wallohu a'lam
(A.K. Johan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini