Jumat, 20 November 2015

Pengertian Tawassul

Tawassul secara etimologis artinya adalah perantara, sedang secara

terminologis (menurut istilah) adalah :



َالْوَسِيْلَةُ هِيَ الَّتِيْ يُتَوَصَّلُ بِهَا إِلىَ تَحْصِيْلِ اْلمَقْصُوْدِ



"Wasilah adalah segala sesuatu yang dapat menjadi perantara untuk

mencapai tujuan" [Tafsir Ibnu Katsir : II/50].



Yang dimaksud dengan Tawassul adalah :



َالْوَسِيْلَةُ هِيَ طَلَبُ حُصُوْلِ مَنْفَعَةٍ أَوِ انْدِفَاعِ

مَضَرَّةٍ مِنَ اللهِ بِذِكْرِ اسْمِ نَبِِيٍّ أَوْ وَلِيٍّ إِكْرَامًا

لِلتَّوَصُّلِ



"Wasilah adalah memohon datangnya manfa'aat atau terhindar dari bahaya

kepada Allah dengan perantara menyebut nama nabi atau wali sebagai

penghormatan bagi keduanya. [Syarhul Qawim : 378]



Tawassul menjadi pilihan dalam berbagai permohonan. Pada hakikatnya

Allah jua yang mengabulkan do'a.

Pisau tak memiliki kemampun memotong dari dirinya sendiri, dia hanya

penyebab yang alamiah memiliki potensi untuk memotong, Allah SWT. yang

menciptakan segala potensi memotong melalui pisau tersebut. [Al

Fajrush Shadiq : 53-54].





Dasar pelaksaanaan tawassul adalah ayat ayat Al Qur'an dan beberapa Al

Hadits, antara lain adalah, Firman Allah :



يَا أَيُّهَا اَّلذِيْنَ آمَنُواْ اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوْا إِلَيْهِ

اْلوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُواْ فيِ سَبِيْلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ



"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah

jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada

jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan" [QS.Al Maidah : 35]



وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوْا أَنْفُسَهُمْ جَاؤُوْكَ

فَاسْتَغْفِرُوْا اللهَ وَاسْتَغْفِرْ َلهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوْا

اللهَ تَوَّابًا رَحِيْمًا



Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu,

lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk

mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha

Penyayang. [QS.An Nisa : 64].





Shahabat Umar bin Al Khaththab RA. melakukan shalat istisqa' mohon

hujan juga melakukan tawassul :



عَـنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ

عَنْهُ كَانَ إِذَا قَحَطُواْ إِسْتَسْقىَ باِْلعَبّاسِ بْنِ عَبْدِ

اْلمُطَّلِّبِ فَقَالَ : الَلَّهُمَّ إِنَّا كُناَّ نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ

بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِيْناَ وَإِنَّا َنتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ

نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ: فَيُسْقَوْنَ



Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Apabila terjadi kemarau panjang, shahabat Umar bin Al Khaththab

bertawassul dengan Abbas bin Abdul Muththallib. Kemudian berdo'a : "Ya

Allah kami telah bertawassul kepadamu dengan NabiMu, maka Egkau

turunkan hujan". Dan sekarang kami bertawassul lagi dengan paman Nabi

kami, maka turunkanlah hujan. Anas berkata : "Maka turunlah hujan

kepada kami". [HR. Al Bukhari].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini