Kamis, 05 November 2015

Pengertian Rofidhoh

Selama ini kalau disebut Rofidhoh lalu pikiran kita larinya ke syiah.
Hal ini ada benar dan tidaknya tergantung dari versi yang berbeda dan
makna yg berbeda.


Kalau rofidhoh versi yang ada saat ini adalah Menolak (Rofadhu)
kekhalifahan Abubakar, Umar dan Usman serta mencela mereka bertiga.
Kalau Rofidhoh versi ini, Syiah Imamiyah jelas menolak pandangan di
atas sebagai keyakinan Syiah, karena Syiah Imamiyah secara de facto
(kepemimpinan pilihan manusia) menerima kekhalifahan mereka bertiga
dan tidak mencela mereka. Sedangkan Syiah Imamiyah menerima
kepemimpinan secara de jure (berdasarkan nash dan dalil yang
bersumberkan dari Al-Qur'an dan Al-Hadis) adalah Imamah 12 Imam
Ahlulbait as.


Sedangkan Rofidhoh versi yang lain yang bersumberkan dari ucapan Imam
Ja'far Ash-Shadiq as adalah Menolak (Rofadhu) kejahatan dan kekejaman
dinasti zalim Umayyah dan Abbasiyah dalam perlakuan kejam mereka
terhadap para Imam Ahlulbait as dan para syiahnya, serta terhadap
zuriyah Rasulullah saww.


Kekejaman-kekejaman dinasti zalim tersebut benar-benar di luar
batas-batas prikemanusian, pengejaran dan pembunuhan terhadap syiah
para Imam Ahlulbait as seperti sahabat-sahabat besar Rasulullah saww
dan syiah Ali seperti Hujur bin Adi, Malik Al-Asytar, Muhammad bin Abu
bakar, Kumail bin Ziyad, Said bin Jubair, Uways Al-Qarni dan masih
banyak lagi disebabkan karena mereka menolak kejahatan-kejahatan
dinasti zalim tersebut, menolak pelaknatan yang diperintahkan Muawiyah
dan para penguasa dinasti zalim sesudahnya terhadap Imam Ali as dan
Ahlulbait as yg lainnya.
Maka mereka dijuluki Rofidhoh oleh dua dinasti zalim tersebut dan
pembuatan hadits-hadits palsu dengan menyewa para ulama atau para
fuqaha bayaran tentang kehalalan membunuh Rofidhoh.


Di bawah ini akan dituliskan hadis tentang Rofidhoh yang diucapkan
oleh Imam Ja'far Ash-Shadiq as tentang keluhan salah satu syiah beliau
as atas penamaan Rofidhoh dari penguasa zalim dan adanya hadits-hadits
palsu buatan para ulama bayaran akan kebolehan menghalalkan darah para
syiah Imam Ahlulbait as.


Di dalam kitab Ushul Al-Kafi bab Khotbah Thalutiyyah, hadis nomer 6 tertulis :

"Sejumlah sahabat kami, dari Sahal bin Ziad, dari Muhammad bin
Sulaiman, dari ayahnya berkata: Aku berada di sisi Abu Abdillah as,
mendadak Abu Basir datang. Beliau kelihatan gelisah dengan nafasnya yg
sesak. Setelah dia duduk, maka Abu Abdillah as berkata kepadanya:
Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau resah seperti ini? Abu Basir
berkata: "Aku jadikan diriku sebagai tebusan untukmu, kami telah
buruk, punggung kami patah, hati kami mati, penguasa menghalalkan
darah kami dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para fukaha
mereka.
Abu Abdillah as. berkata : Rofidhoh? Abu Basir berkata: Ya!. Beliau
as. berkata : "Bukan mereka yang menamai kamu demikain, tetapi Allah
swt yang telah menamai kamu dengan nama tersebut. TIDAKKAH ENGKAU TAHU
WAHAI ABU MUHAMMAD, BAHWA ADA 70 LAKI-LAKI BANI ISRAEL BERSAMA FIRA'UN
YANG MENGIKUTINYA. KETIKA MEREKA MELIHAT KESESATAN FIR'AUN DAN
PETUNJUK DARI MUSA AS, MAKA MEREKA MENOLAK (ROFADHU) FIR'AUN.
KEMUDIAN MEREKA MENGIKUTI MUSA DAN BERADA DALAM NAUNGAN MUSA AS, DAN
MEREKA DIKENAL SEBAGAI ORANG-ORANG YANG RAJIN BERIBADAH. MEREKA
MENOLAK FIRA'UN. MAKA ALLAH MEWAHYUKAN KEPADA MUSA AS AGAR MENJADIKAN
NAMA ITU UNTUK MEREKA DI DALAM TAURAT.
SESUNGGUHNYA AKU MENJADIKAN NAMA MEREKA, KEMUDIAN ALLAH MENYIMPAN NAMA
TERSEBUT SEHINGGA MEMBERIKAN NAMA TERSEBUT KEPADA KAMU SEKALIAN. WAHAI
ABU MUHAMMAD, MEREKA TELAH MENOLAK KEBAIKAN SEDANGKAN KAMU SEDANG
MENOLAK KEJAHATAN. MANUSIA TERPECAH MENJADI BEBERAPA GOLONGAN DAN
SYIAH, TETAPI KAMU TELAH MENJADI SYIAH AHLUL BAIT NABIMU. KARENA ITU,
KAMU TELAH BERPEGANG DENGAN APA YANG TELAH DIPERINTAHKAN ALLAH DAN
KAMU TELAH MEMILIH APA-APA YANG TELAH DIPILIH ALLAH. MAKA
BERGEMBIRALAH KAMU DAN BERITAKAN KABAR GEMBIRA INI KEPADA MEREKA.

Kemudian, selanjutnya Abu Abdilah as memberikan kabar gembira dan
keutamaan serta kelebihan-keleb syiah mereka. (A. Ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini