Kamis, 05 November 2015

Kamu

Kamu yang sedang duduk memandangku,

Di mulutmu,

harum bunga kesturi.





Kamu,

yang memuji indah wajahku,

di tubuhmu,

tato bertuliskan hati.





Kamu,

Berlari ke tepi senja,

ingin kupanggil kembali namamu saat bulan menjadi terang,

Mengecup keheningan ataukah kesunyian,

Kalimatmu kutangkap selalu bersayap,

biar musafir yang lewat sepertiku,

berharap Itu kamu sedang merinduku,

namun ternyata tanganmu menunjuk yang lain.





Kamu,

akulah yang merindukanmu,

Kalimat yang jelas dalam setiap nyanyian itu,

meski satu kata dari seribu baris yang kau ciptakan,

hanya satu kata yang kutunggu,

darimu, tulislah dengan jelas disana:

'Nama panjangku'

Sepanjang sejuta tahun sejarahmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini