Senin, 30 November 2015

Imam Masjidil Aqsa Mempertanyakan Solidaritas Koalisi Arab Anti Yaman Ketika Orang Palestina Dibantai Yahudi



Imam Masjidil Aqsa Syekh Salahuddin Abu Arafa

melontarkan kecaman pedas terhadap koalisi Arab pimpinan Arab Saudi

karena alih-alih berperang demi membela Palestina, terutama tanah suci

Masjidil Aqsa, mereka malah menggunakan senjata dan harta kekayaannya

untuk menebar kematian di Yaman.

"Masjidil Aqsa lebih patut dibela dalam setiap peluru yang dilepaskan

dan setiap pesawat yang diterbangkan, Kami melihat kalian (koalisi

Arab) dan mendengar gelegar rudal dan deru pesawat tempur kalian,

sementara pesawat tempur Yahudi membakar tubuh-tubuh kami dan

menyalakan darah kami dengan api di Gaza dan sekitar Gaza," katanya,

sebagaimana dilansir Yemennow (Yaman al-An), Al alam, Dhamarnews dan

lain-lain, Ahad (29/11).



Imam Masjidil Aqsa menyoal, "Kami melihat kalian dan bertanya kepada

siapapun yang memiliki jet tempur dan tank, di mana kalian ketika

Yahudi membantai kami? Di mana kalian ketika Yahudi membunuhi

anak-anak kami di Masjidil Aqsa? Kami melihat, mendengar dan akan

memberikan kesaksian yang merugikan kalian di dunia dan di akhirat.

Mana para jantan (koalisi Arab) itu? Mana harta kekayaan dan senjata

(mereka)?"



Dia mengingatkan, "Saya tidak tahu apakah 'tahanlah tanganmu (dari

berperang melawan Israel)' merupakan nasihat Allah dan rasul-Nya?.

Pesawat-pesawat dan rudal-rudal yang digunakan untuk membom Yaman

seharusnya digunakan untuk membom kaum Zionis dan membebaskan Masjidil

Aqsa yang diberkahi."



Dia menambahkan, "Ketahuilah bahwa mayoritas umat Islam mengetahui

bahwa seandainya hal itu adalah untuk kebaikan umat Islam maka

Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis seharusnya lebih layak (dibela) pada

setiap peluru ditembakkan, setiap pesawat tempur yang diterbangkan,

dan setiap darah yang ditumpahkan. Semua orang mengetahui hal ini."



Lebih lanjut dengan nada lirih dan pilu Abu Arafa bertutur, "Ketika

pesawat-pesawat itu terbang dan rudal-rudal itu dijatuhkan ke Yaman,

kami tahu dan kami berangan-angan (alangkah baiknya) seandainya semua

itu digunakan untuk menolong kami dan menolong para janda Palestina.

Namun kami memiliki Allah, kami memiliki Allah, kami memiliki Allah.

Ini adalah ujian bagi manusia dan cobaan bagi kami. Kami memohon

kepada Allah supaya Dia mencatat kami sebagai orang yang teguh, orang

yang bersabar dan orang yang selamat."



Abu Arafa merasa prihatin karena ada negara-negara Islam yang

membunuhi orang-orang Islam di sebuah negara Islam.

"Kami sudah memberi nasihat kepada orang-orang, dan kami sudah memberi

nasihat kepada umat Islam. Yang terjadi hanyalah kesengsaraan demi

kesengsaraan. Ya Allah, berkahilah kami di negeri Syam (Suriah dan

Palestina) kami. Ya Allah berkahilah kami di negeri Yaman kami,"

pungkasnya. (liputanislam.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini