Minggu, 22 November 2015

Halmahera Barat Diguncang Gempa Bumi

Telah terjadi gempa bumi di Halmahera Barat. Gempa bumi yang

berlangsung terus menerus di Halmahera Barat, sejak tanggal 16

November 2015, hingga hari ini Sabtu 21 November 2015 masih terus

berlangsung.





Hingga hari Sabtu malam, total aktivitas gempa bumi yang terjadi sudah

mencapai 469 kejadian dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman

hiposenter.





Beberapa aktivitas gempa bumi signifikan, guncangannya dirasakan

hingga mencapai III - IV MMI. Gempa bumi signifikan dirasakan hingga

menimbulkan kerusakan, tercatat sudah terjadi sebanyak 9 kali. Pada

tanggal 19 November 2015 terjadi 1 kali gempa bumi dirasakan dengan

kekuatan M=4,1. Selanjutnya pada tanggal 20 November 2015 terjadi 5

kali gempa bumi dirasakan dengan kekuatan M=4,6, M=3,6, M=4,0, M=4,9,

dan M=4,0.





Pada tanggal 21 November 2015 masih terjadi gempa bumi signifikan

dirasakan sebanyak 3 kali dengan kekuatan M=4,5, M=4,7 dan M=4,0.





Rentetan peristiwa gempa bumi signifikan yang mengguncang Kabupaten

Halmahera Barat telah menimbulkan kerusakan pada ratusan bangunan

rumah. Kerusakan bangunan rumah yang diakibatkan oleh peristiwa gempa

bumi yang terus terjadi ini, dilaporkan sudah mencapai 350 unit di

Kecamatan Jailolo. Kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Desa

Bobanehena dengan rincian: rusak ringan (276 unit), rusak sedang (53

unit), dan rusak berat (21 unit).





Tingginya frekuensi kejadian gempa bumi, dengan distribusi besaran

magnitudo yang hampir sama, mengarah kepada dugaan bahwa gempa bumi

yang terjadi di Halmahera Barat ini merupakan tipe swarm.





Swarm adalah tipe gempa bumi yang tidak memiliki gempa bumi utama

(mainshocks), sehingga sulit untuk mengenali yang mana gempa bumi

pendahuluan (foreshocks) dan yang mana gempa bumi susulannya

(aftershocks).





Hasil analisis mekanisme sumber pada beberapa gempa bumi signifikan

menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh sebuah mekanisme

patahan turun (normal fault) dengan kecenderungan strike berarah

utara-selatan. Dari hasil analisis ini diperkirakan ada sebuah

mekanisme depresi lokal yang terjadi di bawah permukaan di zona gempa

bumi.





Kepada masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tetap melakukan

aktifitas seperti biasa. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing isu

dan prediksi-prediksi spekulatif yang tidak dapat

dipertanggungjawabkan. Pastikan informasi terkait gempa bumi dan

tsunami benar-benar bersumber dari BMKG dan UPT BMKG setempat.***

DR. Daryono

@DaryonoBMKG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini