Jumat, 06 November 2015

Beberapa Fakta Tentang Presiden Suriah Bashar Al Assaad

Perang di Negara Suriah telah berlangsung hampir 5 tahun, namun

peperangan yang telah membunuh ribuan orang dan memporak

porandakan negara tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan

berakhir. Berikut fakta-fakta mencengangkan yang harus kita ketahui

sebagaimana yang telah dilansir oleh situs forummuslim.org,



1. Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil pemilu

presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014

kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara rakyat.

Sedangkan kaum Sunni itu mayoritas (74 % ) di Suriah. Itu artinya

mayoritas mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih

mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri. Jika

Assad adalah pembantai Sunni, mungkinkah mayoritas rakyatnya yang

Sunni tersebut memilih dia?



2. Satu lagi propaganda murahan yang menyebut Rezim Suriah adalah

Rezim Syi'ah. Faktanya, Mayoritas kabinet pemerintahan di Suriah diisi

oleh orang-orang Sunni. Jabatan-jabatan penting seperti Wakil

Presiden, Wakil Presiden 1, Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri,

Menteri Luar Negeri, Menteri Informasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri

Pendidikan dll diisi oleh orang-orang Sunni. Grand Mufti resmi Suriah

Syaikh Ahmad Badruddin Hassun pun seorang ulama besar Sunni. Bahkan

istri Bashar yaitu Asma al Assad adalah seorang muslimah Sunni dari

Homs. Ini semua adalah fakta-fakta yang selalu ditutup-tutupi oleh

media-media Takfiri tanah air.



3. Dan lagi fakta yang selalu ditutupi mereka, para pemberontak di

Suriah mayoritas bukanlah rakyat Suriah, tapi para militan takfiri

asing yang datang dari 83 negara (termasuk Indonesia), korban cuci

otak sektarian yang rame-rame menginvasi Suriah dengan kedok "jihad".

Bahkan situs SOHR (Syrian Observatory for Human Rights) yang

berafiliasi dengan oposisi pun mengakui bahwa lebih dari 70% militan

yang memberontak di Suriah adalah orang-orang asing/impor (bukan

rakyat Suriah).



4. Fitnah-fitnah Assad membantai Sunni baru ditebar 4 tahun terakhir,

tepatnya sejak invasi para Takfiri asing ke Suriah. Faktanya, sebelum

itu tidak pernah terdengar isu-isu tersebut. Bashar al Assad sudah

berkuasa sejak tahun 2000 dan sampai hari ini sunni masih mayoritas di

Suriah (74% ). Kalau benar Assad membantai/menggenosida kaum Sunni,

seharusnya sudah habis semua Sunni di Suriah, wong dia sudah berkuasa

selama 15 tahun. Kenyataannya sampai hari ini Sunni masih mayoritas di

Suriah. Masih percaya dengan isu murahan tersebut?



5. Pada 2009, Qatar mengajukan proposal agar Assad melegalkan jalur

pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk menuju Eropa. Bashar

al Assad menolak proposal ini dan pada 2011 ia justru menjalin

kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur.

Qatar, Saudi dan Turki adalah pihak yang paling sakit hati dan

dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk mendapat pemasukan

Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar seketika. Apa kalian terkejut

jika hari ini Saudi, Qatar dan Turki menjadi negara-negara yang paling

getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak

menggulingkan Assad?

Kenapa USA dan NATO sangat berambisi menggulingkan Assad? Karena

mereka dan ketiga negara tersebut adalah sekutu dan mitra bisnis

utama. Keputusan Assad akan menguatkan posisi Iran secara ekonomi

maupun politis dalam pasar tambang Migas di Timur Tengah dan

mengecilkan pengaruh USA dan sekutunya. Apa USA rela? Mimpi!!



6. Sejak perang Arab-Israel pada 1948 hingga perang edisi ketiga pada

1967, Suriah tidak pernah absen dalam mengirim pasukan militernya

melawan Zionis. Suriah bersama Mesir, Iraq dan Jordan saat itu (1967)

mengirim 547.000 pasukan melawan Zionis di Sinai dan Golan. Bahkan

ketika negara-negara Arab tersebut sudah berdamai dengan Israel,

Suriah adalah satu-satunya Rezim Arab yang hingga hari ini tidak

bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Hingga perang

Suriah dan Israel terus berlanjut pada Yom Kippur 1973 atas pendudukan

Israel di Golan. Hingga hari ini PBB harus menurunkan pasukan

perdamaiannya di Golan dan menetapkan sebagian wilayah tersebut

sebagai zona netral.



7. Suriah hingga hari ini adalah penampung terbesar pengungsi

Palestina di Timur Tengah. Jutaan pengungsi Palestina telah diterima

dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah sejak 1948 di kamp-kamp

pengungsi Yarmouk, Neirab, Handarat, Aleppo dll. Mereka diberi

fasilitas Sekolah, Rumah Sakit dll layaknya warga sendiri. Bahkan

Assad pun dijuluki sebagai Bapak Pengungsi Palestina. Mereka beranak

pinak di Suriah hingga hari ini. Dan tidak mengejutkan jika para

pejuang Palestina dari PFLP-GC di Yarmouk (cabang PFLP yang bermarkas

di Gaza) dan Brigade al Quds (sayap militer Jihad Islam Palestina di

Gaza) sejak awal konflik mengabdi pada Suriah dan bergabung dengan

Tentara Arab Suriah melawan para teroris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini