Kamis, 26 November 2015

Analis Geopolitik; Rusia Jangan Terprovokasi Turki, Akhir Permainan Sudah Dalam Genggaman

 Angkatan Udara Rusia seharusnya tetap melanjutkan

usahanya untuk menutup koridor Jarabulus-Afrin di utara Suriah,

walaupun mendapat provokasi dari Turki. Pernyataan ini disampaikan

oleh seorang analis geopolitik yang berbasis di Bangkok, Tony

Cartalucci.





Analis geopolitik Tony Cartalucci memfokuskan perhatian pada fakta

bahwa selama beberapa minggu terakhir pasukan Rusia dan Suriah telah

terus-menerus meraih kemenangan di Suriah, dan berhasil merebut

kembali wilayah-wilayah dari ISIS dan al-Qaeda.

"Tentara Arab Suriah (SAA) bahkan sudah mulai mendekati sungai Efrat

timur dari Aleppo, yang secara efektif akan memotong jalur pasokan

utama ISIS dari wilayah Turki," ungkap Cartalucci dalam artikelnya

terbaru untuk New Eastern Outlook.





Ia menjelaskan bahwa dari sana, tentara Suriah dengan dukungan udara

Rusia akan bergerak ke utara, ke dalam "zona sangat aman" yang telah

direncanakan Washington dan Ankara untuk menguasai Suriah.





Cartalucci juga menunjukkan bahwa "zona aman" itu mencakup area Suriah

utara yang membentang dari Jarabulus ke Afrin dan Al-Dana.

Jika pasukan Suriah berhasil memegang kendali atas zona ini, rencana

Barat untuk mengambil dan menguasai wilayah (dengan prospek untuk

melanjutkan Balkanisasi terhadap wilayah tersebut ) akan berantakan.

Jika ini terjadi, maka proyek perubahan rezim, yang telah diimpikan

oleh Barat sejak awal kerusuhan Suriah, jelas akan tertunda," tambah

Cartalucci sebagaimana diberitakan Sputnik News, Selasa (24/11).

"Akhir permainan sudah dalam genggaman, dan hanya langkah-langkan

penuh keputus-asaan yang bisa diharapkan untuk mencegah Rusia dan

Suriah dari mengamankan perbatasan Suriah nantinya. Provokasi Turki

adalah langkah semacam itu," Cartalucci menekankan.

"Seperti langkah dalam permainan catur, seorang pemain seringkali

memprovokasi lawannya untuk melakukan beberapa gerakan," catat

Cartalucci lebih lanjut.





Menurut analis geopolitik ini, pilihan terbaik bagi Rusia saat ini

adalah melanjutkan kemenangan atas perang, yaitu dengan meneruskan

untuk menguasai koridor Jarabulus-Afrin. Dengan memperkuat daerah ini,

pasukan Rusia dan Suriah akan bisa mencegah NATO menyerang Suriah, dan

pada saat yang sama akan memotong jalur pasokan ISIS dan front

al-Nusra dari Turki. (sumber ARN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini