Selasa, 06 Oktober 2015

Perbedaan Fungsi Otak Kanan Dan Otak Kiri

Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat,
karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang.
Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer
sejak tahun 1960-an, dari hasil penelitian Roger Sperry.


Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak
manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual,
seperti kemampuan berpikir, penalaran, mengingat, membayangkan, serta
merencanakan masa depan.


Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang
lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan
mempunyai fungsi yang berbeda.


Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika,
rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat
matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat
Intelligence Quotient(IQ).


Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional
Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan
manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula
terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan
ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis
kegiatan kreatif lainnya.


Belahan otak mana yang lebih baik?
Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang
penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut
penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih
mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal
(sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan
hanya sedikit mengembangkan otak kanan.


Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses
pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka
juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan
kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan
orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai
bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.


Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak kanan
atau dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari,
cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus atau
dengan peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak
mana yang paling aktif.


Di sekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan,
tapi tidak pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai bergaul,
tapi kurang pandai di sekolahnya. Keadaan semacam ini disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.


Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan semuanya
berfungsi secara optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya
seimbang, maka dia bisa menjadi orang yang cerdas sekaligus pandai
bergaul atau bersosialisasi.


Untuk mengoptimalkan dan menyeimbangkan kinerja dua belahan otak, Anda
bisa menggunakan teknologi Brainwave Entrainment atau yang dikenal
dengan Terapi Gelombang Otak. Metode ini sangat mudah diikuti karena
Anda hanya perlu mendengarkan semacam musik instrumental yang
dirancang khusus untuk menyelaraskan dan mengaktifkan kedua belahan
otak Anda.


Lebih jelasnya Anda bisa mengunjungi situs www.aktivasiotak.com untuk
membaca apa saja manfaat penyelarasan dan pengaktifan kedua belahan
otak. Pada situs tersebut, Anda bisa membeli CD Aktivasi Otak atau
memesan versi download-nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini