Jumat, 23 Oktober 2015

Etika Di Dalam Masjid

Masjid adalah rumah Allah yang berada di atas bumi. Masjid memiliki
kedudukan yang agung di mata kaum muslimin karena menjadi tempat
bersatunya mereka ketika shalat berjamaah dan kegiatan beribadah
lainnya. Umat Islam senantiasa akan mulia manakala kembali memakmurkan
masjid seperti halnya generasi salaf dahulu.


Sebagai rumah dari rumah-rumah AllahTa'ala yang mempunyai peranan
vital, ada beberapa etika yang telah digariskan oleh Islam ketika
berada di dalamnya. Antara lain :

1. Mengikhlaskan Niat Kepada AllahTa'ala

Hendaknya seseorang yang ingin ke masjid mengikhlaskan niatnya
sehingga Allah Ta'ala menerima ibadah yang ia lakukan di masjid.
Hendaknya ia mendatangi masjid untuk menunaikan tugas seorang hamba
yaitu beribadah kepada Allah Ta'ala tanpa dilandasi rasa ingin dipuji
manusia atau ingin dilihat oleh masyarakat. Karena sesungguhnya setiap
amalan itu tergantung dari niatnya.


2. Berpakaian Indah Ketika Hendak Menuju Masjid

Sebagaimana perintah AllahTa'ala dalam firman-Nya:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid"
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, "dalam ayat ini,
Allah tidak hanya memerintahkan hambanya untuk menutup aurat, akan
tetapi mereka diperintahkan pula untuk memakai perhiasan. Oleh karena
itu hendaklah mereka memakai pakaian yang paling bagus ketika shalat"
Dan dijelaskan dalam kitab tafsir karangan Imam Ibnu Katsir
rahimahullah, "berlandaskan ayat ini dan ayat yang semisalnya
disunahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat
dan hari raya. Termasuk perhiasan yaitu siwak dan parfum"


3. Menghindari Makanan Tidak Sedap Baunya

Maksudnya adalah larangan bagi seseorang yang makan makanan yang tidak
sedap baunya, seperti mengonsumsi makanan yang menyebabkan mulut
berbau, seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, pete, dan
termasuk juga merokok atau yang lainnya untuk menghadiri shalat
jamaah, berdasarkan hadis, Dari Jabir radhiallahu'anhu bahwasanya
Rasulullah Shallallahu'alaihi
Wasallam bersabda, "Barang siapa yang memakan dari tanaman ini
(sejenis bawang dan semisalnya), maka janganlah ia mendekati masjid
kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan bau tersebut,
sebagaimana manusia"
Juga hadis Jabir, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ أَكَلَ ثَوْمًا أَوْبَصَلاً فًلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ
فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فيِ بَيْتِهِ

"Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah maka hendaklah
menjauhi kita", atau bersabda, "Maka hendaklah dia menjauhi masjid
kami dan hendaklah dia duduk di rumahnya".
Hadis tersebut bisa dibawa ke persamaan kepada segala sesuatu yang
berbau tidak sedap yang bisa menganggu orang yang sedang shalat atau
yang sedang beribadah lainnya. Namun jika seseorang sebelum ke masjid
memakai sesuatu yang bisa mencegah bau yang tidak sedap tersebut dari
dirinya seperti memakai pasta gigi dan lainnya, maka tidak ada
larangan baginya setelah itu untuk menghadiri masjid.


4. Bersegera Menuju Rumah AllahTa'ala

Bersegera menuju masjid merupakan salah satu ciri dari semangat
seorang muslim untuk melakukan ibadah. Jika waktu shalat telah tiba,
hendaklah kita bersegera menuju masjid karena di dalamnya terdapat
ganjaran yang amat besar, berdasarkan hadis:
Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah
Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda, "Seandainya manusia mengetahui
keutamaan shaf pertama, dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali
dengan berundi niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka
mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan
berlomba-lomba".
Jangan sampai kita menyepelekan dan menunda-nunda waktu untuk sesegera
mungkin menuju masjid. Hendaknya selalu bersemangat dalam menghidupkan
masjid dan mengisinya dengan amalan-amalan ibadah lainnya.


5. Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang dan Sopan

Hendaknya berjalan menuju shalat dengan khusyuk, tenang, dan tentram.
Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam melarang umatnya berjalan menuju
shalat secara tergesa-gesa walaupun shalat sudah didirikan. Abu
Qatadah radhiallahu 'anhu berkata, "Saat kami sedang shalat bersama
Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, tiba-tiba beliau mendengar suara
kegaduhan beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau
mengingatkan,

مَا شَأْنُكُم؟ قَالُوْا: اِسْتَعْجَلْنَا إِلىَ الصَّلاَةِ. فَقَالَ:
فَلاَ تَفْعَلُوْا, إِذَا أَتَيْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَعَلَيْكُمْ
بِاالسَّكِيْنَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا وَمَا فَاتَكُمْ
فَأَتِمُّوْا

"Apa yang terjadi pada kalian?" Mereka menjawab, "Kami tergesa-gesa
menuju shalat." Rasulullah menegur mereka, "Janganlah kalian lakukan
hal itu. Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah berjalan
dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan rakaat
yang terlewat sempurnakanlah"
( muslim.or.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini