Rabu, 14 Oktober 2015

Catatan Kecil Sang Narapidana : Renungan Untuk Negeriku

Sebuah puisi untuk Barack Obama



Negeriku,

permata dan jiwaku

melambai tanganku untuk hijau alammu.





Negeriku,

angin dingin menderukan rindu,

penguin dan burung camar menari di atas salju,

akankah seperti ini kedamaian kalbu

menjunjung tinggi-tinggi bendera agar negeri tetap satu.





Negeriku,

bukanlah aku tuhanmu,

bukan pula aku tuanmu,

di seberang sana anak-anak kecil menjerit,

di tepi laut para pejuang meratap perih,

tiap detik menjemput maut,

sesekali memuntahkan mimpi,

benarkah telah musnah keharuman hidup ini ?





Negeriku,

lumuran darah menjadi tinta kelam sejarah

kejayaan berkumandang dari tangan-tangan berdebu,

telah benarkah perjalanan kehidupan,

bukan kutukan...?

bukan karma...?



Negeriku,

inilah aku

memandang jauh pada awan yang kelabu

jari jemari menghitung kekuasaan ini,

telah berkurang sedikit demi sedikit

aku sangka rakyatku seluruh bumi,

tidak !

sebentar lagi aku tak berdaya lagi

sebentar lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini