Minggu, 17 Mei 2015

Kasiat Buah Berenuk

Berenuk merupakan nama tumbuhan dan buah yang kerap kali dianggap juga

sebagai buah Maja. Padahal keduanya adalah tumbuhan yang berbeda.

Siapa sangka, berenuk yang mempunyai nama latin Crescentia cujeteini

mempunyai berbagai khasiat mulai dari sebagai obat herbal, pengusir

hama tikus, hingga berpotensi sebagai sumber bioetanol. Namun sayang

sekali buah berenuk ini belum dibudidayakan dan dimanfaatkan dengan

maksimal.





Nama latin tumbuhan ini adalah Crescentia cujete. Dalam bahasa Inggris

pohon berenuk dikenal sebagai calabash tree.

Secara lokal, di beberapa daerah di Indonesia tumbuhan ini dikenal

dengan berbagai sebutan semisal tabu kayu (Sumatera), berenuk (Jawa),

bila balanda (Sulawesi), dan buah no (Maluku).





Tumbuhan berenuk dapat tumbuh setinggi 10 meter dengan batang

silindris. Kulit kayunya beralur, warna putih kehitaman dan mempunyai

percabangan simpodial. Daun majemuk tersusun khas, tulang daun

menyirip, berwarna hijau dengan permukaan licin, berbentuk lonjong

dengan tepi daun halus. Panjang daun berkisar antara 10-15 cm dengan

lebar 5-7 cm.





Bunga berenuk tunggal yang tumbuh di cabang atau ranting dengan

kelopak bunga berbentuk corong. Buahnya bertipe buni, bulat (kadang

bulat telur), berwarna hijau atau keunguan dengan diameter mencapai

antara 15-20 cm.





Tumbuhan yang dikenal sebagai calabash tree ini diduga berasal dari

kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. namun sekarang sudah

tersebar ke berbagai tempat termasuk di berbagai wilayah di Indonesia.

Sehingga bisa dikatakan pohon berenuk bukanlah pohon asli maupun

tumbuhan endemik Indonesia.





Di beberapa tempat, penyebutan tumbuhan dan buah berenuk acap kali

saling tertukar dengan pohon maja/majapahit. Padahal antara keduanya

sangat berbeda baik secara fisik maupun taksonomi.





Pohon berenuk mempunyai nama latin Crescentia cujete, sedangkan pohon

Maja mempunyai nama latin Aegle marmelos. Secara fisik ukuran buah

maja lebih kecil (diameter antara 5-12 cm) dibandingkan buah berenuk

yang berukuran hingga 20 cm.





Pohon dan buah berenuk masih jarang dimanfaatkan. Keberadaannya sering

kali hanya sebagai penghias pekarangan atau pohon penghijauan. Padahal

tumbuhan ini sebenarnya mempunyai potensi manfaat yang besar. Daun dan

batangnya mengandung saponin dan folipenol. Sedang dalam buahnya

terkandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, polifenol, vitamin A,

C, E, niasin, riboflavin, thiamin, karbohidrat, dan

mineral-mineralyang mencakup natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan

magnesium.





Berenuk juga dapat digunakan sebagai obat herbal, daun pohon berenuk

yang ditumbuk berkhasiat sebagai penutup luka, juga (meski membutuhkan

penelitian lebih lanjut) daunnya dapat dimanfaatkan untuk menurunkan

hipertensi. Daging buah dan biji berenuk mempunyai khasiat sebagai

obat urus-urus, pilek, bronkitis, asma, hingga susah buang air kecil.





Buah berenuk juga berkhasiat sebagai pengendali hama seperti tikus.

Untuk mengendalikan tikus buah berenuk dipotong kecil-kecil dan

disebarkan di sekitar area yang diserang tikus.





Potensi lainnya dari buah berenuk adalah sebagai bahan kerajinan dan

penghasil etanol. Di beberapa tempat telah dimanfaatkan untuk membuat

bahan kerajinan seperti tas tangan. Sedangkan kandungan karbohidrat

yang dipunyai buah berenuk mempunyai potensi untuk dikonversi sebagai

bioetanol, satu bentuk energi terbaharui.

Semua manfaat tersebut tentunya masih membutuhkan penelitian lebih

lanjut dari para ahli. Namun mengingat keberadaan tumbuhan berenuk

yang hingga kini masih belum banyak dimanfaatkan tersebut

potensi-potens tersebut seharusnya mulai dipertimbangkan.





Tentunya yang paling awal adalah mengenalkan eksistensi tumbuhan ini,

salah satunya dengan memahami bahwa pohon berenuk itu berbeda dengan

pohon maja.





Pohon Berenuk ini dapat dibudidayakan melalui biji, bisa juga melalui

stek/ ranting yang tinggal ditancapkan ke tanah.



--





© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini