Selasa, 12 Mei 2015

DPR Minta Presiden Pertimbangkan Kembali Kebebasan Media Asing Di Papua

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, meminta Presiden Jokowi

mempertimbangkan kembali kebijakannya yang membebaskan media asing

melakukan peliputan di Papua.

"Menurut saya sebaiknya dipertimbangkan kembali karena jangan sampai

isu Papua yang sudah sangat sensitif, lantas kalau tidak ada filter,

tentu akan mudah dipolitisasi dari aspek kemiskinannya, dipolitisasi

dari aspek keterbelakangan masyarakatnya, dari aspek latar belakang

termarjinalnya kehidupan sosialnya," kata Kurniawan, di Gedung DPR,

Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan, bila tidak dipertimbangkan kembali, ia mengkuatirkan

akan terjadi politisasi Papua oleh media asing terhadap Papua.

Akibatnya, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Karena sejauh ini banyak media yang punya agenda khusus yang melihat

bahwa Papua seolah-olah tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Papua seolah-olah katakanlah kurang didukung dari infrastruktur dari

pusat, padahal kita sudah tidak ada melihat lagi, semua sama, Papua

bagian dari NKRI," kata dia.

Oleh karena itu, sebelum memberikan kebijakan kepada media asing,

sebaiknya pemerintah membangun dan mensejahterakan masyarakat Papua

dari berbagai aspek.

"Harusnya pemerintah bangun dan sejahterakan Papua. Insya Allah

masyarakat Papua maju, tidak ada efek domino dari kebebasan media

asing di Papua," kata dia.

"Langkah itu bisa mengantisipasi terjadinya politisasi terhadap Papua

dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. semua ini hanya

bisa ditepis dengan realitas dengan peningkatan SDM, pembangunan,

kemakmuran," sebutnya.





Sejak 2004, pemerintah sudah memberikan bantuan yang sudah maksimal

melalui otonomi khusus kepada Papua

"Kita harapkan dengan kehadiran Presiden Jokowi disana kita mendukung

dan tentunya harus ditindaklanjuti oleh pendukung presiden.

Pembantu presiden harus menterjemahkan," demikian Kurniawan. (antaranews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini