Selasa, 24 Maret 2015

PPATK : Ada Aliran Dana Teroris Dari Australia Untuk Indonesia

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan

bahwa ada aliran dana dari kelompok di Australia untuk jaringan

radikal di Indonesia.

"(Dana) untuk pihak-pihak radikal dalam membiayai terorisme. Jumlahnya

tidak bisa saya sebutkan," kata Agus Santoso, wakil ketua PPATK, usai

International Conference on Terrorism & ISIS di Jakarta, Senin (23/3).





Untuk mengatasi aliran dana tersebut, penegak hukum, PPATK dan

Australia telah bekerja sama. Namun kerja sama untuk mengendalikan

aliran dana terorisme secara internasional juga dilakukan bersama

negara-negara tetangga lain, terutama negara-negara tetangga Indonesia

di ASEAN.

"Akan diadakan pertemuan pada Oktober antara negara-negara ASEAN plus

Australia untuk membicarakan hal ini. PPATK Indonesia juga telah

berbicara dengan PPATK soal ini," terang Agus.





Sebelumnya, di kesempatan berbeda, pada awal Maret lalu, Agus telah

mensinyalir adanya aliran dana internasional yang masuk ke Indonesia

selama ini. Kucuran dana dari jaringan teroris tersebut berasal dari

beberapa daerah yang selama ini dikategorikan sebagai daerah rawan

terorisme oleh dunia internasional.

"Ya, pokoknya (aliran dana) berasal dari daerah yang kita duga sebagai

daerah rawan terorisme. Tapi saya tidak bisa menyebutkan daerah-daerah

mana saja itu," ujar Wakil Kepala PPATK Agus Santoso ketika ditemui

CNN Indonesia di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3) silam.

Minggu (22/3),





Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah empat lokasi terkait

pendanaan dan pengiriman warga negara Indonesia ke ISIS, salah satunya

adalah rumah M. Fachri yang diduga menjadi penyandang dana sekaligus

perekrut anggota ISIS di Cisauk, Tangerang Selatan.

Menurut Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Irfing Jaya, Fachri

yang juga megelola situs Al-Mustaqbal itu diduga menjadi pengumpul

sekaligus penyandang dana untuk memberangkatkan WNI ke Suriah dan

Irak. "Ia memfasilitasi orang untuk bergabung ke ISIS," kata Irfing

kepada CNN Indonesia, Minggu (intelijan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini