Minggu, 22 Maret 2015

Permaisuri

Bilakah ku temui kau dalam sendiri,
lalu ku sampaikan hasrat cintaku yang membara,
kelak kau kujadikan permaisuri,
dalam kerajaan asmaraku, yang luas membentang.


Tapi kesendirian itu bagimu tak ada,
aku sendiri yang sunyi,
tak ada malam yang dapat aku sapa,
siangpun hanya terik matahari yang menyengat,
kulitku legam,
kau bukan permaisuriku yang kupuja,
bukan pula impianku yang kujelang sepanjang malam.


Baiklah ku tinggalkan saja kau di sana,
pada duniamu yang penuh kemegahan,
tapi pantaskah aku berputus asa,
dalam kisah cinta yang belum tahu menang dan kalah...


Permaisuriku,
hanya bertahta dalam bayangan,
burung prenjak seakan tahu
berlompatan di dahan mengejekku.


Baiklah Aku bercinta dengan duniaku saja,
dunia penuh rasa sepi,
bahagia sendiri,
menderita sendiri.


Bogor
25 Oktober 1996

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini