Minggu, 22 Maret 2015

Permaisuri

Di ujung suaraku kau ku panggil,
hati ini menggigil hendak menggapai,
kau permaisuriku hilang kini,
melintasi pematang, menyibak ilalang,
benarkah senja semburatkan merah tembaga,
permaisuriku hilang sudah.


Oh raja diraja,
oh jiwa berjiwa,
oh cinta prahara duka,
oh kelana pupus sudah,
ini mawar berduri di taman,
melati seroja pengantin sirna,
kemana kelelawar mengepakkan sayapnya
burung malam berhenti bersahutan.


Ku berlari hendak meraih
bejana cintaku, bertumpah air
di persimpangan musim,
Permaisuriku meratap menghiba,
ini mahkota bertahta apa,
ini singgasana
kencana siapa..


Oh raja diraja,
oh kepiluan meratapi apa,
oh darahku terlelap sudah,
oh permaisuriku,
bidadari sudah,
oh kemenanganku sempurna sudah,
oh kematianku dekat sudah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini