Selasa, 24 Maret 2015

Khalwat

Ada sesal,
sejenak Engkau tiba,
terlanjur aku terpuruk bernama nafsu
Engkau memburunya dikatakan , itu derita.


Prasangka bertahta tak mungkin jua Engkau dapatkan aku,
karena cinta itu terpetak-petak,
terlanjur aku terpuruk di dalamnya,
terlanjur kau tak kan dapat mencapaiku,
untuk bersatu di dalamnya.


Mungkin ini awal dihempaskannya aku dari kesucian sukma,
dicampak jauh sukma itu menjauhi badan.


Duh Gusti,
bukan Kau yang mesti memburuku,
karena rasa cinta kasih Mu,
akulah yang mesti merindukanMu.


Duh Gusti,
beri aku waktu sedetik lagi,
untuk mencampak prasangka di dada ini,
biar cinta itu mengalir,
mengalirkan air cinta sebening telaga,
dari surga suciMu
dan kelak Kau katakan itu kebahagiaan.


Duh Gusti,
inilah cintaku,
yang tak terpetak-petak

--


© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini