Senin, 23 Maret 2015

Kemenag RI Akan Dirikan Perguruan Tinggi Islam Skala Internasional

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Kementerian

Agama saat ini sedang merintis pendirian Perguruan Tinggi Islam

berskala internasional. Rencana ini disampaikan oleh Menag saat

bersilaturahim ke kediaman Pelaksana Tugas Rais 'Am Syuriah PBNU KH

Mustofa Bisri di Komplek Pesantren Raudlatut-Thalibin, Rembang, Sabtu

(21/03/2015) malam.





Menag mengaku sudah menyampaikan rencana ini kepada Presiden Jokowi

dan Wapres Jusuf Kalla dan keduanya mendukung. Secara khusus, Menag

menyampaikan bahwa Wapres Jusuf Kalla sangat antusias dengan hal ini.

"Kemenag akan mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Islam berskala

internasional. Presiden dan Wapres bersedia menjadi pelidung," kata

Menag.

Menurutnya, perguruan tinggi ini nantinya akan mengusung semangat

pendidikan Islam khas nusantara yang diharapkan akan menjadi model

Islam rahmatan lil 'alamin. "Islam khas Nusantara; sebagai salah satu

model Islam yang rahmatan lil alamin. Kita harus memberi warisan

monumental pada generasi sesudah kita," tutur Menag.





Menag menambahkan bahwa perguruan tinggi ini nantinya akan fokus pada

program pendidikan pascasarjana, S-2 dan S-3.





Dalam kesempatan itu, Menag secara khusus meminta kyai yang akrab

dipanggil Gus Mus ini sebagai salah satu penasihatnya. "Harapan saya,

Gus Mus, bersedia menjadi salah satu penasehat," ujarnya Menag.

"Penasehatnya, selain njenengan, nanti insya-Allah, Bapak Quraish

Shihab, Din Samsuddin, Kamaruddi Hidayat dan beberapa tokoh lainnya,"

tambahnya.





Menag merencanakan dalam 5 tahun ke depan, Perguruan Tinggi Islam ini

bisa berdiri. Dua tahun pertama, akan disiapkan master plannya, lalu

tiga tahun berikutnyua, proses pembuatan gedung dan sarana prasarana

lainnya.





Atas rencana ini, Gus Mus berpesan agar penyusunan kurikulumnya

dilakukan secara serius dan komprehensif.



(Sumber: Kementerian Agama Republik Indonesia)

1 komentar:

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini