Jumat, 13 Maret 2015

Aneh! Menteri Keuangan Sebut Rupiah Melemah Akan Meningkatkan Penerimaan APBN

Nilai tukar Rupiah terhadap dollar terus melemah. Hari ini nilai tukar

kurs Rupiah terhadap mata uang US Dollar di harga Rp 13176. Meski

rupiah terus terjun bebas, Pemerintah terlihat tenang-tenang saja.

Bahkan Menteri Keuangan membuat pembenaran yang rada "senewen" terkait

pelemahan Rupiah. Menkeu Bambang Brojonegoro menyatakan bahwa

pelemahan rupiah akan untungkan APBN. Alasannya perusahaan akan

meningkatkan ekspor mereka sehingga penerimaan APBN akan meningkat.





Pandangan Menkeu ini dibantah oleh Salamuddin Daeng, Peneliti

Indonesia for Global Justice. Menurutnya Menkeu lupa bahwa sebagain

besar kegiatan produksi untuk ekspor di dalam negeri membutuhkan dolar

mulai dari biaya investasi hingga produksi, baik untuk menghasilkan

minyak, gas, mineral, batubara, dan juga kegiatan industri lainnya.

Bahkan 70 persen bahan baku industri kita adalah impor.

"Belum lagi perusahaan swasta maupun BUMN saat ini telah tersandera

utang luar negeri yang menggunung. Bagaimana mungkin jatuhnya rupiah

akan meningkatkan penerimaan pajak?,' terang Salamudin.

Justeru sebaliknya, perusahaan akan banyak yang kolaps.





Data dari Asosiasi Batu bara Indonesia (APBI) menyebutkan, ada sekitar

40 persuhaan batu bara yang tutup lantaran tidak kuat menghadapi

anjloknya nilai jual. SKK migas menyebutkan sebagian KKKS mengurangi

kegiatan pengeboran, seperti Pertamina, PHE, CNOOC akibat penurunan

harga minyak.

Sementara Industri nasional adalah industri yang sebagaian besar

ditopang oleh bahan baku impor akan banyak yang bangkrut akibat

meningkatnya ongkos produksi, inflasi yang tidak terkendali dan suku

bunga yang menjulang tinggi.





Fakta penerimaan pajak Januari tahun 2015 kurang Rp 7 triliun dari

target yang telah ditetapkan. Para analis memperkirakan kemerosotan

penerimaan pajak akan terus berlangsung seiring ekonomi yang semakin

melemah.

"Statemen Menkeu perlu dipertanyakkan, apakah berarti bahwa rupiah

akan terus dilemahkan ? Atau menteri hanya bingung tidak tau harus

berbuat apa dalam menghadapi pelemahan rupiah? Sebelum Pak Menteri

senewen, Lebih baik mundur!," tandas Salamuddin. (fstnwsind)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini