Selasa, 20 Juli 2010

Badan di Perjalanan

Aku memandangi kemegahan kota yang basah diguyur air hujan
aku memandangi wajah-wajah tua yang hampir menyerah dihimpit zaman
aku memandangi keresahan yang lelah ditaburi bintang-bintang
benarkah sanjungan itu kemuliaan?
benarkah telah sirna lentera itu dari malam?


Ku dengarkan sayup suara adan di kesunyian,
duh para pengelana bilakah menghentikan langkahnya,
bersembah sujud mensyukuri karunia di badan,
badan ini berapa lama di perjalanan
meniti hari siang dan malam
menjemput impian
bilakah tasbih dan tahmid fasih di lisan
menyentuh kalbu diambang kegersangan.


Ini kisah bukanlah seperti kembang
yang harum mewangi, kemudian layu dibuang di comberan,
ini kisah badan di perjalanan
meniti hari pagi siang petang dan malam
menyibak tirai usia di kegelapan
menghitung entah tinggal sisa berapa
menghitung apakah amal ini seperti tulang berserakan
dari sisa anjing liar yang ditinggalkan
ataukah seperti mutiara yang cemerlang bercahaya,
Tuhan,
hambaMu menanti jawaban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini