Selasa, 15 Juni 2010

Lihatlah dan Perhatikanlah

Lihatlah dan Perhatikanlah apa yang terjadi di Negeri ini, tiap kali
ada kejadian besar yang memicu kontroversi di tengah masyarakat, akan
disusul dengan kejadian besar lainnya yang memicu kontroversi pula.
Entah karena kebetulan atau sebuah konspirasi untuk menutupi dan
mengalihkan perhatian masyarakat pada kejadian sebelumnya, ditambah
dengan pemberitaan media massa yang ditayangkan bertubi-tubi dengan
ramuan bahasa disertai pro dan kontra pendapat di tengah masyarakat,
membuat kita sebagai pemirsa, pembaca, pendengar, yang kebanyakan awam
dan mungkin marginal lantas bingung, resah, gelisah, geleng-geleng
kepala, mengelus dada dan bertanya "mengapa?"


Tak perlu saya sebutkan kejadian-kejadian macam apa yang terjadi di
Negeri ini yang memicu kontroversi di tengah masyarakat.
Bencana demi bencana juga membuat mata dan telinga kita "mungkin" agak
kebal dan bebal dari rasa turut berduka cita atau sekedar berempati
kepada mereka yang mengalami musibah, karena kita sendiri juga
Sebenarnya mengalami musibah yang terkadang lebih dahsyat dan
mengerikan. Musibah dan bencana itu menjerat dan membelenggu kehidupan
kita seperti merajalelanya sex bebas di kalangan remaja, perjudian,
pungutan-pungutan liar termasuk pengamen yang memaksa dalam bis kota,
pilkada yang rusuh dimana-mana, pilkada yang membentuk karakter
sebagaian masyarakat hanya mau memilih pada calon yang berani membayar
mahal pada calon pemilihnya, dan lain sebagainya.
Lihatlah dan Perhatikanlah, bukankah merajalelanya kemaksiatan itu
adalah musibah dan bencana bagi kita, dimana kita hanya pasrah menjadi
saksi karena kejadian seperti itu hampir melembaga?

Oh, sebagian besar dari kita memang tak berdaya mencampakkan
kemaksiatan itu ke keranjang sampah, kita hanya berharap tangan-tangan
penguasalah yang mampu menegakkan keadilan dan kebenaran, membimbing
rakyat ke jalan kebenaran, tidak menutupi kemungkaran dengan
kemungkaran lainnya, tidak menipu daya orang lemah lagi bodoh, tidak
memberantas Kemiskinan melainkan mengentaskan dan memuliakan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini