Sabtu, 27 Maret 2010

Mauritania Putuskan Hubungan dengan Israel

Nouakchott, Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz mengatakan negaranya sama sekali tidak mendapatkan manfaat dari hubungannya dengan Israel. Yang didapat hanyalah “kulit yang tidak bisa disebut”. Dia menegaskan bahwa awak kedutaan Israel telah meninggalkan Mauritania secara total.”

Abdel-Aziz mengatakan bahwa upaya beberapa pihak yang menyebut “rumah sakit Israel” adalah sebuah bangunan Mauritania.
Menteri Luar Negeri Mauritania Binti Naha Meknes mengumumkan hari Sabtu, di sebuah festival rakyat – sebagai penegasan resmi pertama – bahwa negaranya tidak lagi memiliki hubungan dengan penjajah Israel . Semua hubungan yang selama ini dibangun telah diputus secara final.
Pernyataan Binti Meknes ini muncul sebagai tanggapan terhadap tuduhan kelompok oposisi pemerintah bahwa hubungan yang sudah dibekukan pada bulan Januari 2009 tetap berjalan. Bahwa resim Abdel Aziz telah menyesatkan rakyat Mauritania, serta menyembunyikan hubungan ini.
Binti Meknes menyatakan pemerintah Mauritania dalam melakukan langkah-langkah dan sikap untuk mejalin hubungan atau memutusnya didasarkan pada dua prinsip; pertama, selarang dengan kehendak rakyat Mauritania, keinginan dan orientasi umum, dan kedua mendahulukan kepentingan negara atas semua pertimbangan lain.
Hubungan antara Zionis dan Mauritania diumumkan pada tahun 1999. Namun Ould Abdel Aziz membekukan hubungan tersebut dan menutup kedutaan Zionis awal tahun lalu untuk memprotes perang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza. (asw/ip)

1 komentar:

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini