Minggu, 24 Januari 2010

Pecah Batu Pecah Kerikil

Zaman,
telah berganti zaman
zaman,
menorehkan langkah kaki menjadi sejarah
kabut tipis yang menyelimuti bebatuan
menjelang gerimis di keremangan senja
bebatuan tua terkikis angin
bebatuan tua terlindas zaman.


Zaman,
telah pecah batu hancur berantakan
bukan hancur sedikit demi sedikit
zaman telah mengajakku bicara
tentang keresahan dan keputusasan
padahal aku hanya kerikil
tajam dan berduri.


Zaman,
telah hancur batu berserakan
hampir padam api kemarahan
kerikil-kerikil putus asa
benar, putus asa
menjadi debu berkalang tanah.

Zaman,
dibawah kakiku menyala api neraka
kemana aku menghindar
kemana aku berlari
padahal surga adalah negeri impian
ketika aku bersumpah jabatan
untuk adil dan bijaksana !


Zaman !
Kemana aku berlari
pada saat zamanmu telah hancur berantakan !
batu ini hancur berantakan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini