Senin, 28 Desember 2009

Larut

Jakarta,
ketika mata ini masih enggan untuk terpejam
beranda kamar makin sepi
gelap malam makin sunyi
hingga fajarkah peraduan ini tanpa mimpi ?
jazad ini begitu lelah
memeras keringat membanting tulang seharian
toh belum tentu 10 ribu aku dapatkan
toh ucapan syukur harus tetap dikumandangkan.

Aku tak peduli
itu 6,7 trilyun hilang dicolong maling
aku lebih tak peduli
itu maling dilaknat mati
toh jeritan rakyat ini tak berguna lagi
toh darah dan air mata ini kelak akan kembali ke Illahi Robbi...



Get your free suite of Windows Live services! Windows Live

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini