Senin, 09 November 2009

WALI ALLAH HARUS MENGIKUTI AJARAN RASUL

Barangsiapa mengaku sebagai wali Allah dan menerima risalah Muhammad SAW, tetapi dia mengklaim memiliki jalan sendiri menuju Allah SWT tanpa membutuhkan Muhammad SAW, maka dia adalah orang kafir dan atheis. Apabila dia mengatakan bahwa dirinya membutuhkan Muhammad hanya dalam tataran lahiriah belaka, tanpa membutuhkannya dalam tataran batiniah, atau dalam ilmu syariat saja tanpa ilmu hakekat, maka dia lebih bodoh daripada orang yahudi dan nasrani yang mengatakan "Sesungguhnya Muhammad adalah Rasul untuk orang-orang yang buta huruf, bukan untuk Ahlu Kitab". Hal ini dikarenakan mereka beriman kepada sebagian Al-Qur'an dan ingkar pada sebagian yang lain, jadi mereka kafir disebabkan itu.

Demikian pula halnya dengan orang yang menuduh Muhammad SAW hanya mengetahui perkara-perkara lahiriah saja tanpa mengetahui hakekat iman, sebenarnya orang tersebut tidak merujuk pada Al-Qur'an dan sunnah. Orang seperti ini sama saja dengan mengklaim beriman kepada sebagian yang dibawa Rasul Muhammad dan tidak beriman kepada sebagian yang lain. Perbuatan ini lebih buruk daripada orang yang mengatakan " Saya beriman pada sebagian dan kufur pada secgian yang lain," tetapi dha tidak mengklaim bahwa sebagian yang dia imani lebih jelek daripada yang tidak dia imani.

NAUDZUBIJAHI MIN DZALIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini