Jumat, 05 Juni 2009

Cakrawala

Dipandang kau berdiri
kibarkan nurani sunyi
mestinya ku sapa kau
dengan salam
atau sekedar basa-basi
tapi senja ini sengaja kudiamkan
agar kau mengerti
apa sebenarnya yang terjadi.


Kulihat bayangmu di cakrawala
mungkin senyummu seindah warna lembayung senja
tapi di sana tiada senyummu
bahkan tiada keramahanmu
diam membisu seperti batu bertafakur
dalam bimbangku, apakah kau milikku ?


Benar,
kau adalah milikku
tapi di hatimu bukan hanya aku seorang
sepetik cinta telah kau genggam
tapi separuh hatimu juga telah dipetik orang
ku lihat bayangmu di cakrawala
mungkin ada harapan kau adalah milikku seorang
tapi di sana hanya ada bayang-bayang kebimbangan
fatamorgana
tak dapat aku menjangkaunya.


Duh kekasihku
di senja ini sengaja kau ku diamkan
agar kau mengerti apa sebenarnya yang terjadi
tapi kau tetap tegar berdiri
mengibarkan nurani sunyi.


Bogor
21 September 1996

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini