Kamis, 07 Mei 2009

Telaga Cinta





Bulan sabit bersinar di antara awan-awan putih
ketika aku terpaku di beranda sepi
malam ini sunyi sekali
tiada nyanyi jangkrik
tiada semilir angin
tiada dirimu, Bintang Maharani


Di manakah telaga cintaku
ke manakah biduk berlabuh
tiada aliran bengawan
kering kerontang
lapar kehausan


Bukankah lentera ini selalu menerangi
di saat kita berbagi cerita
tentang indahnya bulan purnama
tentang merdunya irama gelombang lautan biru
tentang wanginya bunga mawar
tentang sucinya cinta kita


Bintang Maharani
antara kehidupan dan kematian
menantimu kesetiaan abadi
cerita cinta ukirkan prasasti
membatu dan abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini