Kamis, 14 Mei 2009

Siapa Mengira

Siapa mengira
nikmat kehidupan berubah menjadi bencana
berharap perjalanan tanpa rintangan
tidur diselimuti mimpi indah
kanan kirh puji dan sanjungan.

Ini kehidupan tak selamanya indah,
nyata bukan ?
Bahkan dengan anak istri tersayang !
Kasihan pemuja cinta
amat menderita para pendosa
amat hina dihina
kekerdilan itu
amat durhaka !

Biarkan langkah kaki mencari jalannya
seperti burung-burung membelah angkasa
indah dan alamiah
celakalah burung dalam sangkar
terbelenggu dan terjajah.

Siapa sangka bayangan mata air itu
ternyata hanya fatamorgana
jiwa-jiwa gersang makin kehausan
burung-burung tak lagi bersuara
kembang kamboja luruh di tepi nisan
di sana ada kematian
menantikan kehidupan mengetuk pintunya.

Jangan pernah lagi menyangka
lidah ini kan bertutur selamanya
karena di sana ada kematian
tempat kehidupan bersaudara kembar dengannya
kematian itu nyata
seperti kehidupan ini nyata.

Bekasi
15 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini