Minggu, 03 Mei 2009

KERESAHAN

Di beranda ini
di bilik rumah yang rapuh ini
kunikmati keresahan ini sendiri.


Ini saatnya kugali arti kehidupan kembali
pada saat jiwa dipisahkan dari kasih sayang
sakitnya bagai ruh lepas dari badan
di mana suara tangis anakku
hanya kunikmati dari hayalan bertabur mimpi
angkara
kesombongan
dan kebodohan
menghapus cerita cinta seribu purnama
melupakan penderitaan bersama
mencampak janji seiya sekata
lebih baik sendiri
hingga menjemput mati.


Aku bukan dewa
dan bukan pemuja permaisuri
bukan pula pertapa tua
kata hanya tangis
sabda hanya kepasrahan
rindu hanya kedamaian
harapan hanya keresahan.


Di mana padang ilalang
tempat anak gembala mengais karma
di mana aku berpasrah
kau adalah amarah yang memerah
kau adalah seakan segalanya.


Inilah senja
saat di mana aku menghikmati perjalanan
ketika jiwa terpisah dari kasih sayang
ketika aku tiada lagi mengatakan
betapa indahnya matahari senja
untuk kita nikmati berdua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini