Senin, 11 Mei 2009

Hamba Bertanya

Senja itu
puncak Gunung Putri diselimuti kabut tipis
angin semilir bertiup dari timur
cakrawala di langit barat
semburatkan sinar merah jingga.

Ku nantikan purnama yang keperakan
malam ini ingin benar ku beri kesaksian
tentang keindahan panorama
tentang keagungan semesta alam
tentang jiwa-jiwa pengembara
tentang perasaan hati yang selalu gelisah.

Duh Tuhanku
tapi gerimis datang
kilat menyambar alam bergoncang
aku berlari ketakutan
aku takut ini kutukan
aku belum mau mati sia-sia !

Duh Tuhanku
tapi jalanan basah oleh air hujan
kaki tersandung batu
aku jatuh bergulingan
pelipisku berdarah
sakit perih
masih bisa ku tahan !

Duh Tuhanku
kemarahan ?
mengerikan !
mengapa malam ini mesti hujan
tubuhku basah kuyup, menggigil kedinginan
demam dan kesakitan.

Tenyata malam ini
tak seindah yang ku duga
tenyata malam ini
lebih indah dari yang ku bayangkan
dalam ketakutan dan ketidakberdayaan
Kau ingatkan aku agar tak congkak dan gegabah.

Duh Tuhanku
hamba jadi bertanya-tanya
begitu njlimetkah kehidupan manusia
demi keinginan dan kemegahan
manusia rela menyeberangi lautan
membelah gunung dan merambah belantara
Duh Tuhanku
apakah hamba ini berdosa
bertanya ini dan itu pada siapa saja
ayah bundaku telah mengajarkan kata-kata
kini kepadaMu berharap
agar dapat hamba mengeja alam semesta
jangan Kau penjarakan hati hamba
begitu ruwet melihat orang-orang pintar
tapi tak dapat membedakan halal dan haram
yang agung dan jahiliyah.

Duh Tuhan
gerimis masih berkepanjangan
perkenankan raga lelah ini
melepas penat dan bersujud di pembaringan
hamba ingin jiwa ini suci kembali
seperti dulu dilahirkan ayah bunda
Duh Tuhan
inilah jiwaku
inilah ragaku
ku pasrahkan semuanya.

Bogor
20 Oktober 1995
Created By CentralSitus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini