Rabu, 08 April 2009

Dalam Sujudku

Dalam sujudku
rinduku jadi bayang-bayang
racuni aku hingga jadi mabuk
Engkau tak peduli aku terkapar
Engkau terbang tinggi
meninggalkan aku sendiri.

Engkau menjadi tumpuan rinduku
setitik cinta masih menyalakan bara
tapi Engkau terbang semakin tinggi
seakan membiarkan aku menjemput mati.

Oh,
dalam sujudku
ternyata masih juga aku setitik kealpaan
cinta tergambar penuh prasangka
dengan lukisan-lukisan yang berdebu.

Jangan tinggalkan aku Tuhanku
beri kesempatan aku beristighfar
meski sedetik saja
agar dapat kubasuh hatiku
meninggalkan alpaku
mencampak debu-debu yang berlumur
di sekujur tubuhku.


Tebet Jakarta 9 Januari 1992

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini