Selasa, 24 Maret 2009

Suci

Mestinya aku suci
dari prasangka dan maksiat hati,
tapi aku telah hampir
pada sebuah jurang yang dalam sekali.

Aku bahkan bermain api,
sebuah bara yang amat meluluhkan,
sungguh Tuhanku cemburu dan kecewa,
karena aku lalai dari semua amanat,
tapi Tuhanku masih mencengkramku,
dengan kasih sayang yang tak dapat kunilai,
dalam tanganNya yang kuat,
bahkan aku didekapnya
agar tak lepas lagi'
selamanya.

Sungguh,
Tuhanku cemburu dan kecewa,
aku seakan lupakan perjalanan abadi'
yang menentukan harga diri dan nilai hati.

Aku hidup di dunia ini sekali,
tak kan kembali lagi bila kelak sudah mati,
jangan campakkan imanku,Tuhanku,
karena segala perbuatanku dipertanggungjawabkan,
jiwaku penuh noda,itulah dosa,
aku lebih patut untuk bersuci,
agar selamat sejahtera,
di akhirat nanti.


@
Jakarta 5 november 1991

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini