Senin, 02 Maret 2009

Pijar

Direngkuhanmu memeluk gunung
ketika anak itik menyibak air
diujung malu aku berlalu
mengaca diri tiada berpunya
di sepanjang jalan doa berkait
beribu tangan fakir bertaut
mengiring elang mengarung angkasa
di sepanjang jalan aku berfikir
telah benarkah kaki ini melangkah ?
Di sepanjang hari aku bertanya
telah putihkah hitamnya sejarah ?
Dada ini seakan meledak
kalut berdebu bara berpijar.

Begitu kelabukah perjalanan sejarah
tak berguna setumpuk ijazah
tak berguna secarik tanda tangan
tak berguna selembar uang
tak berguna satu satunya nyawa...

Perjalanan ini
hendak kemana mencari asa bersinar
coreng moreng darah yang tertumpah
membasuhi aspal yang bergelombang
duh..
Andai diri ini punya teman
tentu aku tak menjerit kesepian
andai saja diri ini punya daya
tentu kan kupecahkan bukit bukit karang.

Perjalanan ini
hendak kemana mencari tambatan
kokok ayam telah bersahutan
fajar telah bersinar
azan subuh lantang berkumandang
nyanyian sunyi telah usai didendangkan
angin pagi bertiup perlahan
perjalanan ini
begitu kelabukah...

Pemalang 26 september 2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini