Selasa, 03 Maret 2009

Hati Penyair Kepada Kekasihnya 2

Tahukah engkau wahai kekasihku
ketika tanganku tertusuk duri
kubiarkan darah meleleh
mengotori bajuku
biarkan saja
besok juga kering
dan tertutup kering lagi.

Tahukah engkau wahai kekasihku
sebenarnya engkau ku arak arak
kujadikan mahkota atau maharaja
ku sanjung dan ku puja
namun engkau terlalu berat
hingga kemudian aku jatuh ke bumi
tak berbentuk lagi.

Tahukah engkau wahai kekasihku
betapa remuk redamnya cinta ini
waktu itu
menyerah tapi tak dapat memperoleh
memuja tapi tak dapat memiliki
tahukah engkau
seharusnya kau ajari aku berhitung
mengeja dan membaca tentang perjallanan waktu
tapi engkau terlalu tinggi
dan melambung ke atas
dan aku kau tinggal sendiri.

Jakarta 16 november 1991

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini