Rabu, 18 Februari 2009

Sketsa Malam

Nirmala
perlahan masih kurasakan
walau lama hati telah mencampakkan
senyum Nirmala di malam itu
yang membisikkan dengan mesranya
alunan rindu yang membentang
dan menyapaku di kala duka.

Ingin sekali ku rasakan
titik derai air mata
dan di kala itu pula
ingin sekali kucurahkan
coretan dan sayatan di jiwa
yang meluluh dan merajam rasa.

Dengan seribu sapaan di jiwa
kini kucoba tuk bertanya
namun seribu langkah yang dulu ada
telah membisu dan menunduk
hingga tiada lagi tahu arah ke mana
walau lama hasrat hati telah membara.

Di bawah matahari senja
sekali lagi ingin ku coba
menyapa seribu luka yang masih ada
sekedar menepis sayat-sayat di jiwa
namun sekali lagi di malam ini
hanyalah dapat ku tertegun.

Ku tatap ujung-ujung jejak
dan ku raut segala ruang kehidupan
tapi di segala pintu gerbang
tertampar hatiku akan noda
hingga kau malu menyapanya
karena seribu duka telah menelan kita.

Pekalongan 12 Juli 1988

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini