Jumat, 27 Februari 2009

Menanti

Simaklah rinai hujan wahai Anita!
Amat jenuh pengorbanan di hatiku
alunkanlah tembang tembang doa
lukisan cinta yang agung kan menggores malam.

 
Perjalanan waktu adalah pasti
tidakkah kau berkehendak
sekedar membuat coretan di hatiku ,Anita?
Ya
di dadaku masih ada pengharapan.

Ceritakanlah kepadaku
kisah kisah beku perjalanan hidupmu
karena di matamu memancarkan kebimbangan
terkadang senyummu ungkapkan kehampaan.

 
Anita
kidung kidung tua telah berlalu
tapi suara suara nyanyian burung masih merdu
semerdu suara di hatiku
yang selalu menyebut namamu.

Pemalang 5 agustus 1989


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini