Senin, 16 Februari 2009

Jika Kita Sakit Kita Membutuhkan Obat Yang Mujarab

Jika Sakit, Anda Membutuhkan Resep
Obat yang Mujarab

Jika Sakit, Anda Membutuhkan Resep Obat yang Mujarab
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani (qs)
Hari Jum'at, 07 November 2008
Chicago, Masjid al-Haqqani, Chicago, Illinois-Amerika Serikat

A'udzu billah min asy-syaitan ir-rajim
Bismillahir- Rahmanir- Rahim
Ati' Allah wa ati' ar-rasula wa uli 'l-amri minkum

Allah SWT berfirman, "Taatilah Allah, taatilah Rasulullah, dan
patuhlah pada mereka yang mempunyai otoritas (pemimpin kalian)." (QS
An Nisaa' [4]:59).

Kita bahagia bisa berada disini, hari ini untuk sholat Jum'at. Insya
Allah, Allah SWT akan menerima amal ibadah kita. Waktu kita pendek,
tapi apapun yang akan kita bicarakan, atau apapun yang akan
dibicarakan atau diajarkan oleh para ulama atau orang-orang, pelajaran
tersebut tidak ada habisnya. Ilmu pengetahuan tidak akan berakhir.
Setiap saat Allah SWT mengirimkan inspirasi pada manusia untuk
mengatakan sesuatu demi kemaslahatan umat manusia. Rasulullah SAW
membawa pesan ilahiah tersebut, agar kita -tidak bisa tidak- kecuali
menerima dan mendengarkan apa yang dikatakan Rasulullah SAW, dan
melaksanakan sebanyak mungkin semampu kita. Kemudian kita tingkatkan
volumenya.

A'udzu billah min asy-syaitan ir-rajim Bismillahir- Rahmanir- Rahim.
Seperti disebut tadi, "pengetahuan tidak pernah habis." Dunia ini akan
berakhir tapi ilmu pengetahuan tidak akan berakhir. Ilmu pengetahuan
berlanjut hingga akhirat. Dunia ini tidak berlanjut ke akhirat. Suatu
saat nanti Allah SWT akan mengubah bumi ini menjadi bumi yang lain
seperti yang disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur'an.

الْقَهَّارِ الْوَاحِدِ للّهِ وَبَرَزُواْ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ
الأَرْضُ غَيْرَ تُبَدَّلُ يَوْمَ

Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi was-samaawaatu wa barazuu
lillaahil waahidil-qahhaar.

Yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian
pula langit, dan manusia berkumpul d Padang Mahsyar menghadap Allah
Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa; (QS. Ibrahim [14]:48)

Dunia ini akan berakhir, namun Mi'raj (naik) nya Rasulullah SAW tidak
pernah berakhir. Jangan dikira Rasulullah SAW itu hanya mengalami satu
kali Mi'raj saja. Kalau kita mengatakan Rasulullah SAW hanya melakukan
satu kali Mi'raj, berarti kita tidak memberikan penghormatan yang
layak kepada Rasulullah SAW. Ya, memang satu kali Mi'raj yang kita
ketahui. Namun sesungguhnya, setiap saat beliau dalam kondisi Mi'raj.

Setiap saat beliau menerima wahyu melalui Sayyidina Jibril, beliau
dalam kondisi Mi'raj. Sholat beliau adalah Mi'raj. Karena beliau terus
naik ke atas. Itulah waktu yang beliau sebut sebagai, "Saat yang
terbaik bagiku adalah ketika aku berada diantara tangan-tangan
Allah.". Kita semua sholat, (nah, pertanyaannya) , diantara
tangan-tangan siapa kita berada? Kalau kita melaksanakan sholat dengan
benar tentunya kita tahu diantara tangan-tangan siapa kita berada.
Maka tentunya kita memerlukan perjuangan, kita tidak bisa mengatakan
"Ah, kita kan sudah sempurna."

وَتَقْوَاهَا فُجُورَهَا فَأَلْهَمَهَا

Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa - maka Allah mengilhamkan
kepadanya (jalan) pembeda kejahatan dan ketakwaan. (QS Asy-Syams
[91]:8)

Allah...
Rasulullah SAW senantiasa dikaruniai Allah SWT, namun Rasulullah SAW
senantiasa berjuang juga. Beliau seorang Rasul utusan Allah bagi
seluruh umat manusia, namun beliau tetap berjuang. Kalau beliau tidak
perlu berjuang, tentunya dulu beliau cukup mengatakan "berimanlah" ,
kemudian semua orang beriman. (Tidaklah demikian). Beliau adalah
contoh bagi kita bahwa kita harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu.
Seperti kehidupan dunia bisnis biasa, kalau berusaha, maka kalian akan
memperoleh sesuatu yang baik. Begitu juga untuk akhirat, jika
berjuang, kalian akan memperoleh akhirat yang baik. Nah, Allah SWT
memberikan tingkat yang tinggi kepada Rasulullah SAW -sesuatu yang
spesial bagi beliau- tidak bagi orang lain. Hanya untuk Rasulullah
SAW. Allah SWT memi'rajkan Rasulullah SAW secara fisik dan jiwanya.
Kalian (manusia biasa) tidak bisa mi'raj dengan badan kita. "(Namun)
Allah berikan padanya (Muhammad) sesuatu yang tidak Aku berikan pada
siapapun." Beliau
berbeda. Beliau tidak sama dengan kita. Tidak perlulah penjelasan
lebih lanjut. Tapi kita harus tahu bahwa apa diberikan Rasulullah SAW
kepada kita adalah untuk mashlahat atau kepentingan kita.

Sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim, bahwa Allah SWT menciptakan kita dari 360 mifsal, ada 360
sendi-sambungan dalam tubuh kita. Para dokter mungkin tahu ada berapa
banyak sendi -mungkin mereka sudah menghitungnya- namun seperti yang
dikatakan Rasulullah SAW terdapat 360 sendi dalam tubuh kita. Dan saya
(MSH) juga pernah membaca buku pengobatan tradisional Cina bahwa
terdapat 366 sendi atau titik untuk akupuntur (tusuk jarum).
Pengobatan Cina menyebutkan terdapat 360-an atau 366 titik akupuntur
dalam tubuh kita yang apabila kita tekan salah satu titik, maka titik
itu akan mengirimkan pesan atau signal ke salah satu bagian tubuh
untuk mengobati bagian tubuh tersebut. Rasulullah SAW melanjutkan
bahwa terdapat juga 360 sendi yang harus diperbaiki setiap harinya.
Mungkin kita tidak pernah mengetahuinya. Beliau bersabda, man halala
wa kabara wa hamada wa sabahallah wa istighfaarallah wa imatat al-ada
min at-tareeq, yang
disebut sebagai sedekah, dan setiap sedekah akan menyentuh satu titik
sendi dan memperbaikinya setiap hari.

Jadi, Rasulullah SAW menasehati kita, jika kalian ingin menyehatkan
tubuh kalian dan membuatnya kuat, maka keluarkanlah 360 sedekah. Apa
maksudnya 360 sedekah? Maksudnya adalah: lakukanlah 360 kebaikan untuk
dipersembahkan kepada Allah SWT. Kalian boleh mengucapkan 360 kali
istighfar, itu dinilai 360 sedekah. Itulah mengapa, beliau (SAW)
mengatakan jika kalian mengucapkan Allahu Akbar, anda sedang menyentuh
salah satu sendi tubuh kalian. Jika kalian mengucapkan alhamdulillah,
itu juga menyentuh salah satu sendi tubuh. Saat kalian membantu orang
miskin, itu juga menyentuh satu sendi, jika kalian menyingkirkan
sesuatu yang membahayakan di jalan, itu juga menyentuh satu sendi.

Pokoknya, setiap kebaikan yang kalian lakukan berarti menyentuh sendi
tubuh dan menyembuhkan/ menyegarkan kembali sendi tersebut. Itulah
mengapa manusia mengalami sakit atau ditimpa berbagai masalah, itu
semua mengingatkan kita agar kembali kepada Allah SWT. Karena kalau
kalian sakit, kalian ingat Allah SWT. Saat kalian sakit kepala atau
migrain, katakanlah, "Ya Allah, tolonglah aku."

Kalau ada orang bertanya pada saya, "Profesi apa yang terbaik, saya
akan jawab, jadilah dokter." Mereka boleh saja menjawab, "Ah, untuk
jadi dokter kan perlu banyak modal.". Tapi sebenarnya tidak terlalu
banyak uang, menimbang (manfaat) anda akan bertemu begitu banyak orang
sakit dan itu semua mengingatkanmu akan akhirat. (Jadi) para dokter
harusnya adalah orang-orang yang terbaik dalam mengingat akhirat,
karena mereka menghadapi orang sakit setiap hari.

قال رسول الله " داووا مرضاكم بالصدقة"

Nah, Rasulullah SAW telah menyebutkan hal ini sering sekali dan
Rasulullah SAW juga mengatakan, "Obatilah pasienmu dengan sedekah."[1]

Orang awam memahami sedekah itu adalah mengeluarkan sumbangan/donasi.
Bukan hanya itu. Sedekah bisa dalam berbagai bentuk. Wajah yang
tersenyum adalah sedekah. Mengunjungi seorang pasien adalah sedekah.
Mengundang seseorang untuk mengajarkan sesuatu juga sedekah.
Menyingkirkan penghalang dari jalan disebut sedekah, melawan hawa
nafsu juga sedekah. Apapun yang kalian lakukan untuk Allah SWT adalah
sedekah, ibarat kalian memberikan sumbangan untuk surga. Allah SWT
tidak memerlukan semua itu. Sedekah adalah sesuatu yang dilakukan
untuk mendapatkan pahala, itulah mengapa disebut sedekah.

Lihat, betapa indahnya yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "اتقوا النار ولو بشق تمرة، ولو بكلمةٍ طيبة".

Ittaqullah wa law bi shiqqi thamarah - Bertaqwalah kepada Allah
walaupun hanya dengan sebutir kurma. Maksudnya, waspadalah dengan
hukuman, murka, dan rasa malu di Hari Pembalasan nanti, (selamatkanlah
dirimu) walau hanya dengan sebutir kurma, bahkan seiris kurma yang kau
berikan kepada yang memerlukannya. " Artinya, apapun bisa kalian
berikan. Apalah artinya sebutir kurma? Tidak ada artinya. Namun Allah
SWT menyukai itu. (Dengan kurma itu) Allah SWT akan memberi pahala.
Selamatkanlah diri kalian dari siksa/hukuman walau hanya dengan
sebutir kurma. Jadi, apapun yang kalian sedekahkan kepada seseorang,
walaupun dengan sebutir kurma maka akan menyelamatkan diri kalian dari
musibah atau siksa baik di dunia maupun akhirat nanti.

Berapa banyak orang yang merawat orang lain (seperti dokter), secara
realitas atau bukan, bahkan jika mereka harus mengeluarkan banyak
uang, tapi profesi dokter adalah yang terbaik karena kalian
menjaga/merawat hamba Allah SWT. Coba, tubuh kita ini dibungkus oleh
apa? Oleh kulit. Kalian tidak melihat apa-apa (dibalik kulit ini) kan?
Semua orang juga begitu. Kupaslah kulit itu, kalian akan melihat
berjuta-juta sel, triliunan sel yang membentuk tubuh kita. Organ-organ
tubuh, seluruh organ yang dikaruniakan Allah SWT kepada kalian, semua
bekerja bersama-sama. Kalian tidak bisa menemukan ada satu organpun
yang fungsinya tidak sinkron/seirama dengan organ lainnya. Contoh
sederhana, lihatlah mesin mobil. Kalian memeriksa bagian luar mesin
yang tidak mogok. Kenapa tidak jalan? Tidak ada yang salah kalau
dilihat dari luar. Montir akan membongkar dan memeriksanya - "Ah
komponen itu
rusak!". Nah, Allah SWT mengkaruniakan kepada dokter-dokter itu
kemampuan untuk melihat apa yang salah dalam mesin (tubuh) kita.

Nah, tubuh-tubuh kita ibarat mesin-mesin tadi. Kalau oli pelumas
bercampur dengan air di dalam mesin, apa yang terjadi? Mesin itu akan
rusak. Maka, dokter atau montir akan mengatakan, keluarkan air itu.
Mesin itu akan jalan lagi. Kenapa mesin rusak? Karena kita tidak
pernah merawatnya.

قال رسول الله " داووا مرضاكم بالصدقة

Rasulullah SAW bersabda, "Obati orang sakit dengan sedekah."[2] .

Sedekah bisa berupa apapun, tidak harus berupa uang. Beliau SAW tidak
mengatakan obati penyakitmu dengan cara lain (selain sedekah). Beliau
mengatakan, apapun penyakitnya, Allah SWT telah menciptakan obatnya.
Dan setiap jenis makanan dapat menimbulkan penyakit, kecuali beras
(nasi). Kalian tidak akan sakit karena makan nasi. Rahasia apa yang
terkandung pada nasi? Allah Maha Mengetahui, Rasulullah SAW
mengetahuinya. Nah, tubuh kita ini harus selalu diperiksa. Ibarat
mesin, kalian periksa oli pelumasnya, periksa transmisinya, periksa
busi-businya. Kenapa sekarang kita tidak pernah memeriksakan tubuh
kita yang
merupakan amanat?.

Dan Rasulullah SAW menunjukkan pada kita jalannya.

روى الإمام أحمد في صحيحه عن أم المؤمنين السيدة عائشة رضي الله تعالى
عنها أن رسول الله قال : "إنه خلق كل إنسان من بني آدم على ستين
وثلاثمائة مفصل فمن كبر الله وحمد الله وسبح الله واستغفر الله وعزل
حجراً من طريق الناس أو شوكة أو عظماً عن طريق الناس وأمر بالمعروف ونهى
عن منكر عدد تلك الستين والثلاثمائة سلامي فإنه يمشي يومئذ وقد زحزح عن
النار"مسلم

Aisya r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Setiap
anak Adam diciptakan memiliki tiga ratus enam puluh sendi; maka
barangsiapa yang mengagungkan Allah dengan takbir, memuji Allah dengan
hamdalah, menyatakan KeEsaan Allah dengan tahlil, mensucikan Allah
dengan tasbih, dan memohon ampunan Allah, dan menyingkirkan batu, atau
duri, atau tulang dari jalan yang dilalui orang, kemudian menganjurkan
perbuatan baik serta melarang perbuatan batil, sebanyak tiga ratus
enam puluh kali (360x), dijamin dia berhasil dijauhkan dari api
neraka." [3]

Beliau SAW mengatakan terdapat 360 titik pada tubuh kita yang harus
disentuh setiap hari dengan cara melafazkan takbir, tahlil,
alhamdulillah; terdapat malaikat-malaikat yang berbeda yang datang
menyentuh sendi-sendi itu, ketika kalian melaksanakan zikrullah. Dan
saya (MSH] akhiri sohbet ini dengan hadits tersebut.

Suatu ketika, ketika Rasulullah SAW tengah duduk bersama para Sahabat
datanglah seorang laki-laki dan berkata, "Syari'at Islam membuat kita
sulit/repot. " Orang zaman sekarang juga mengatakan itu, iya kan?
"Berikan kami sesuatu yang mudah untuk dikerjakan." Kalian kira
sederhana/mudah untuk bisa bersama Rasulullah SAW? Tentu tidak.
Tapi laki-laki tadi, orang Baduy tersebut datang ke Rasulullah SAW
dengan pertanyaan tadi. Pelajaran yang baik bagi kita. Islam adalah
Agama Allah SWT; Agama Surga. Dan Rasulullah SAW harus memberikan kita
jalan keluar. Itulah mengapa beliau pernah bersabda "Ija'al lisanak
ratban bi dhikrullah." Hadist ini tidak berarti kalian tidak perlu
melaksanakan sholat.
Tidak ada kaitannya dengan kewajiban kalian (kewajiban kalian tetap
harus dilaksanakan) .

Namun, zikrullah (yang merupakan sedekah) tadi adalah sesuatu yang
ekstra agar kita bisa mencapai "Alladziina an'am'Allahu 'alayhim min
an-nabiyyiin was-siddiqiin wash-shuhada' i was-shalihiin wa hasuna
ulaa'ika rafiiqa." Oleh sebab itu Rasulullah SAW bersabda, "Basahilah
selalu lidah kalian dengan zikrullah.".

------------ --------- --------- --------- --------- ---------
--------- --------- --------- --------- --------- --------- ----

[1] At-Tabarani dalam Kitab al-Awsat, dan al-Mu'jam al-kabir dan dalam
Kitab al-Du'a, Ibn 'Adee, Abu Nua'ym dalam Kitab karyanya yang
berjudul Hilya, al-Khateeb al-Baghdadi, al-Bayhaqi dalam Sunannya,
dari Ibn Mas'ud.

[2] At-Tabarani dalam Kitab al-Awsat, dan al-Mu'jam al-kabir dan dalam
al-Du'a, Ibn 'Adee, Abu Nua'ym dalam Kitab karyanya yang berjudul
Hilya, al-Khateeb al-Baghdadi, al-Bayhaqi dalam Sunannya, dari Ibn
Mas'ud.

[3] Shahih Muslim, Buku 005, Nomor 2199.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini