Sabtu, 14 Februari 2009

Jangan Mengeluh dan Bersabarlah


Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ar-Rabbani
Fenton, Michigan, 16 September, 2008


Bismillah hirRohmaanir Rohim

Saat ini jika kalian menganggap bahwa dirimu adalah
seorang murid dari Mawlana Shaykh Nazim qs, atau murid
dari tariqah lain, maka mereka harus mengetahui bahwa
mengeluh atau keberatan pada ketetapan atau kehendak
Allah swt sangatlah tidak bisa diterima. Apapun yang
Allah swt kirimkan untukmu, atau apapun yang Allah swt
telah tuliskan, maka kami melihat semua itu berasal
dari Nuzul al-Aqdaar, yaitu dari manifestasi apapun
yang Allah swt miliki.

Dengan KebijaksanaanNya, ketika daerah kalian terkena
bencana, angin topan, atau kalian memiliki masalah
atau kesulitan yang besar, maka apapun yang kalian
hadapi dalam kehidupan kalian, maka janganlah
mengeluh. Jika kalian menganggap bahwa diri kalian
seorang murid tariqah sufi maka jangan keberatan dan
berkata, "Kenapa ini terjadi" dalam bahsa arab "Lima
La", Mengapa begini dan kenapa tidak begitu? Kenapa
bukan yang lainnya.

Shaykh Abdullah Fa'iz qs (alm) selalu menegaskan
bahwa tidak ada kata " Mengapa?" " "Why" "Lima la".
Dalam tariqah. Tidak ada "kenapa" dan tidak ada
"kenapa tidak" Ini adalah pendapatmu. Jika kalian
memasuki tariqah, maka pendapatmu hanya untuk dirimu
sendiri. Kalian jangan membiarkan Ego kalian
mengeluarkan pendapatnya sendiri,dan tidak akan pernah
sama pendapat Ego dgn pendapat Shaykh atau Guru
kalian, karena selalu akan bertentangan.

Dan Grandshaykh Abdullah qs berkata,"Selama kalian
berada dijalan tariqah, kalian jangan merasa
keberatan, karena semua itu sudah ditetapkan." Seperti
halnya sebuah jam alarm, ketika kalian mengaturnya
pada jam tertentu untuk berbunyi dan kemudian jam yang
ditentukan tiba, maka alarm itu berbunyi. Maka ketika
kalian keberatan, malas untuk bangun dan siaga,
"Alarm! Alarm! Alarm! Jika kalian tidak peduli pada
peringatan tsb, maka kalian akan jatuh pada lubang
yang dalam, selokan yang dalam.

Masalah Pertama adalah "keberatan akan kehendak yang
akan terjadi padamu". Keberatan pertama ini yaitu
kalian keberatan akan pemahaman agama Islam, hal ini
akan segera menandakan dari "Maut ad-Deen" - "Kematian
akan Keyakinan Agama". Maka dengan segera kalian
menghancurkan keyakinanmu.

Kalian tahu Hukum Syariah, dalam agama ada 3
Tingkatan, Tingkat Pertama adalah Lima Pilar Rukun
Islam, Tingkat Kedua adalah al-Iman; dan ketiga adalah
level yg tertinggi yaitu Maqam al-Ihsan.

Jadi ketika kalian keberatan atas apa yang Allah swt
telah kirimkan padamu maka kalian membunuh agamamu dan
itulah tanda dari kematian agamamu, karena hal itu
membunuh agamamu. Itulah sebabnya dalam tariqah tidak
ada kata "Mengapa ?" dan tidak ada "Mengapa Tidak?"
Tiidak ada kata "La Lima La."

Jika kalian ingin membuat suatu keputusan dan kalian
ingin memberikan suatu jalan pada sebuah keberatan
pada apa yang Allah dan Nabi-Nya inginkan maka itulah
tanda dari Maut ad-Deen, Kematian dari Keyakinanmu,
menyebabkan kematian dari keyakinan akan keMaha Esa-an
Nya. Artinya kalian menempatkan diri kalian berada
sejajar dengan Tuhan kalian: " Kalian berkata ini dan
aku berkata itu; apa yg kukatakan lebih baik dari apa
yg kalian katakan." Lalu apa yang terjadi? Kalian
berusaha membuat suatu kemitraan.kalian berusaha
membuat identitas diri kalian didalam Kehadirat Allah.

Disana tidak ada identitas diri dikehadirat Allah,yang
ada hanya La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah.
Lalu apa yangg terjadi kemudian ? Ilmu Tawhid, adalah
melihat tanda ke-Esa-an Allah swt dalam segalanya.
Jika agama telah mati, tentu saja Tawhid akan hilang.
Artinya jika kalian berkata "Mengapa", "lima la" maka
Tawhid akan mati. Jadi apa yang ingin kalian katakan,
lima la.khususnya kamu, selalu berkata lima la.

Semua dari kita tidak mengatakannya dengan kata-kata
tetapi degnan perbuatan kita: "lima la" Seperti mereka
yang sakit dan memiliki dua kepribadian, atau
menderita schizophrenia- kenapa mereka sakit? Apakah
kalian tahu? Seperti halnya jika ada mahluk yang duduk
ditelingamu, jin kecil, kalian tahu mereka menjualnya
dipasaran. Mereka duduk di telinga dan membisikkan
pesan : "Kamulah yang terhebat, kamulah yang terbaik!"
"Lakukan ini! Lakukan itu! Ini adalah sifat dari
ego.kalian. Mereka mungkin mengatakan padamu "Angkat
mimbar ini" dan lemparkan. Lalu apa yang mereka
lakukan? mereka membawa mimbar itu dan melemparkannya.

Subhanallah mereka memiliki kekuatan. Shaytan
memberikan mereka energi kekuatan; lalu mereka membawa
dan melemparkannya. Kadang mereka datang dengan
jin,atau tidak perlu dengan jin, karena kalian selalu
mendengar perintah-perintah itu datang. Seperti ketika
kalian memiliki radio di dalam mobil, kalian ingin
mendengar berita, maka kalian menyetel siaran berita
itu. Yang lainnya menaruh sesuatu yang lain lagi.
Jadi mereka yang memiliki dua kutub kepribadian,
mereka menghidupkan radio, dan dapat mengambil
sesuatu,lalu mereka berpaling pada perintah lain yang
datang.dan kesemua dari kita yg ada dalam tariqah,kita
adalah bipolar atau memiliki dua kutub.jangan pernah
berfikir kita telah mencapai tingkatan yang tinggi.
Apalah kita ini? Bipolar. Kita telah memalingkan
pendengaran kita pada tempat-tempat yang menjadikan
kita terlalu banyak mengeluh pada apapun juga.

Jadi ketika agama mati dan hal ini terjadi atas dirimu
maka kalian tidak dapat meyakini Tawhid, lalu kalian
berfikir bahwa kalian adalah yg terbaik. Kalian
melakukan tawhid pada diri kalian sendiri. Ketika
tawhid mati, maka kalian berakhir dengan Maut
at-Tawakkal. Mati dengan tidak bersandar pada Allah.
Kalian tidak lagi bersandar pada Allah, karena kalian
hanya bersandar pada diri kalian sendiri. Itulah
sebabnya ada kata-kata tunafis amru nafsika - Apa yg
ego kalian minta dari kalian?.
Jadi pelajaran pertama bagi kita adalah 'Jangan
keberatan' - la tatarid." "al-itiraad marfud -
Mengeluh, menolak dan menolak." Jika kalian ingin
mengeluh, maka kalian akan berakhir dengan membunuh
agama kalian, membunuh maqam at-tawhid dan membunuh
maqam at-tawakkal dan membunuh ketulusan yang ada
dalam dirimu. Kalian tidak akan lagi tulus, karena
ketulusan itu tidak akan menolak tapi menerima.

Hati orang-orang yang beriman yang tidak pernah
mengeluh, dia tidak akan pernah tahu dan dia tidak
akan membiarkan keluhan itu memasuki hatinya,dan
setiap saat dalam hidupnya, berkata, "kenapa tidak?"
segalanya dikatakannya, "Ya". Semuanya dijalaninya dan
segalanya dikatakannya " Allah memiliki kibijaksanaan
atas ini" dan dia tidak akan mengatakan apapun.

Kalian harus tahu, wahai murid-murid dalam tariqah
atau perwakilan dari tariqah atau apapun kamu yang ada
di tariqah, bahwa ke akuan dan ego yang ada dalam diri
kita selalu berperang melawan dirimu, "munaza`a".
Sebuah kompetisi, berusaha untuk mengambil apa yang
harus diambil untuk dirinya sendiri, Ego tidak akan
membiarkanmu untuk dapat menerima atau patuh. Jadi
kalian harus berjuang melawan diri kalian
sendiri.Jangan biarkan Ego berperan atas dirimu.Jika
kalian ingin memperbaikinya kalian perbaiki, tapi
bagaimana memperbaikinya? Dengan mujahadah.
Berusahalah untuk tidak selalu mendengarkan itu.
Tetaplah dengarkan apa yang Allah inginkan darimu.

Jangan dengarkan jin kecil yang membisikanmu untuk
melakukan ini dan itu, inilah gossip setan yang datang
ketelinga kalian. Tergantung jika kalian memiliki ego
yang besar dan setan yg besar, Jika kalian memiliki
ego yang kecil, lalu kalian akan memiliki jin yg
kecil. Jika kalian tidak berjuang terus dengan melawan
Egomu setiap saat,maka kalian tidak akan selamat dari
kejahatan setan.

Kulluha sharrun bi sharr. Jangan percaya pada,
"Seluruh kejahatan yang ada dalam kejahatan." Ego
kalian adalah seluruh kejahatan yang ada dalam
kejahatan. Karena tidak ada celah kecil bagi kebaikan
didalamnya. Ketika kalian mulai untuk memotongnya,
melawannya, memotongnya, dan perjuangan kalian
dengannya semakin berkurang,

Kalian menyemir hati kalian, menggosoknya hingga nafsu
kalian menjadi nafs al-mutma'inna - Jiwa yang tenang,
damai. Hati kalian menjadi Hidup dan kalian menjadi
muda kembali dan mulai mendengarkan apa-apa yang Allah
katakan. Jin kecil yang selalu membisikkan ego tadi,
jika kalian berperang melawannya maka dia akan kabur
dan tidak akan duduk lagi ditelingamu.

Jadi ada diantara kita yang memiliki jin yang kecil
ataupun jin yang besar. Bila kita memiliki jin yang
besar. Wahai muridku, "Jangan katakan jin yang kecil
pada Egomu. Jangan! Karena itu adalah besar. Kulluha
sharrun fi sharr. Jin itu sangat besar, kesemua dari
itu adalah kejahatan dalam kejahatan.tidak ada jin
yang kecil, semua itu sangat besar".

Ketika kalian berjuang dan mengendalikannya, dan
mungkin orang akan berkata, "Bagaimana aku
mengendalikan egoku?" dia memberitahukanmu bagaimana
mengendalikannya; yaitu jangan mengeluh. Jadi apapun
keluhan yang datang kehatimu, "Si ini melakukan ini
dan si anu melakukan itu, "Jika kamu tidak diam,
dengan menerima dan pasrah dan jangan mengeluh, lalu
hal itu akan mengendalikan Ego. Jika kalian
membiarkannya lepas, kalian tidak akan bisa memegang
seekor kuda. Karena akhirnya kuda itu akan menjadi
liar dan pergi jauh dan kalian akan jatuh. Setiap
kesalahan yang kalian lakukan, maka kalian akan
jatuh.Lalu apa yang terjadi? Jika kalian menyemirnya
dengan baik, maka egomu akan jatuh dan kalian akan
tahu bahwa didalam ego tidak ada keuntungan yang dapat
kalian raih.

Jadi nafsu adalah lilinnya setan dalam dirimu. Lalu
kalian meniup cahaya lilin itu, meniupnya sampai tak
ada lagi api, Lalu..kalian akan mencapai tingkatan
nafs al-mardiyya, ya ayyhana nafsul mutmainna.
Berpalinglah kepada Tuhanmu dan kalian akan diterima
dan menggapai kedamaian, dan Allah akan puas
denganmu.Kemudian Allah akan membukamu didunia ini,
lalu maqam terbuka kembali dan mengembalikan Ego
ketempatnya dia berasal.

"Wahai jiwa yang tenang" - kamu terhubung dengan
realitas. Itulah mengapa Awliyaullah terhubung dengan
realitas mereka ,karena kamu akan dengan mudah dapat
terhubung. Hari ini mereka berkata, bahwa mereka
terhubung satu sama lain melalui group sms, melalui
handphone. Apa itu? Group pesan text sms, kirim satu
sms kebanyak orang.mengirim satu sms yang menggapai
setiap orang.

Dan bahkan sekarang mereka terhubung dengan facebook.
Apa yg mereka lakukan ? "Jaringan social" yang
tersebar keseluruh dunia.kalian tidak tahu siapa teman
siapa. Efek domino. Jika itu dapat terjadi, apakah
Awliyaullah tidak dapat menghubungkan segala sesuatu
yang rahasia? Pada mereka yang tidak lagi menjadi
rahasia. Awliyaullah dapat melihatmu dimana saja, jadi
apakah kita inginkan itu atau inginkan facebook?
Apakah kau taruh photomu di facebook? Saya melihat
photo Ali. Dia mengirimkannya keseorang teman,yang
kemudian mengirimkannya ketemannya yang lain, lalu
ketemannya lagi, Sekarang photo Ali ada dimana-mana.

Ketika kamu lakukan hal itu, itu adalah Maqam
al-Wilayah, Level kewalian, dan ketika kamu
mengembalikan pada asalnya itu akan menjadi bersih dan
tidak akan tergantung pada siapapun atau pada makhluk
yang Allah swt ciptakan, dan hanya tergantung pada
Allah. Pada saat itu kamu dapat memberikan sebuah nama
setelah nama Sayyidina Ibrahim as, sebagai Ayah dari
semua ruh yang telah tersucikan dan hanya bergantung
semata-mata kepada Allah.

Ketika Nabi Ibrahim as berjuang dan Namrud
melemparkannya kedalam api - Sayyidina Ibrahim as
adalah ayah dari para nabi, dia tidak bisa keluar dari
api itu, tetapi Allah menunjukan kepada kita jika Nabi
Ibrahim as dapat berjalan keluar maka dia berjalan
dengan Egonya. Tetapi kepasrahan untuk duduk ditempat
didalam api, jika kamu selamat maka kamu akan selamat,
jika tidak "kamu datang padaku. Lalu apa yang terjadi
padanya ? Nabi Ibrahim as begitu damai - saakin.
Tetap tidak bergerak,tidak seperti ikan keluar dari
lautan. Hatinya tetap pada tingkatan Mencintai Allah
dan Kehadirat keilahiahan- Nya.

Awliyaullah berkata tidak ada satu makhlukpun yang
Allah ciptakan yang tidak mendatangi Nabi Ibrahim as
dan menawarkan bantuan padanya. Seluruh makhluk yang
dapat kalian bayangkan diseluruh alam raya ini,seluruh
ciptaan-Nya. Mereka mendatangi Nabi Ibrahim as satu
persatu, yang Allah telah kirimkan padanya, satu menit
baginya adalah satu tahun , dua tahun, 10 tahun,100
tahun. Namun Dimata Namrud itu Cuma satu menit, tapi
bagi nabi Ibrahim as itu adalah waktu baginya untuk
didatangi oleh seluruh makhluk dan menawarkan bantuan
untuk menyelamatkannya, mereka tidak menunda untuk
mendatangi Nabi Ibrahim as. Jin,manusia, malaikat,
pimpinan dari malaikat, ciptaan diatas bumi ini,
bahkan planet tata surya mereka mendatanginya dan
berkata, "Kami akan menghancurkan Namrud untukmu.
Terimalah!"

Apa Jawaban Nabi Ibrahim as. ilmahu bi haali<br />yughninnian suwali - "Seseorang yang tahu
tingkatanku, membuat aku tidak memerlukan sebuah
permintaan". Dia tahu apa yang kumau.lalu kenapa aku
harus meminta? Apakah Dia tidak tahu aku berada
didalam api ini? Kenapa kalian datang.untuk apa?
Apakah DIA mengirim kalian? Jika DIA mengirimkanmu,
aku tak membutuhkanmu, aku membutuhkan-Nya.Lalu kenapa
aku harus meminta?" Lalu Nabi Ibrahim as
diam,menunggu nasibnya.

Itulah tingkatan dari sakina - dia tidak mengeluh.
Dan dia mengalami semuanya yang telah kami
jelaskan.Hatinya begitu damai.Ketika dia telah mencoba
seluruhnya dan terlihat bahwa Nabi Ibrahim as ada
dalam kepasrahan total kepada Tuhannya, bagaimana api
dapat membakarnya sekarang?.Api hanya membakar mereka
yang takut. Tetapi untuk mereka yang tidak takut, api
tidak dapat membakar mereka.

Aku akan memberikanmu sebuah contoh, kalian lihat
orang-orang yang berjalan diatas api. Kenapa mereka
tidak terbakar? Adalah .karena rasa takut akan api
telah hilang dari hati mereka, dan mereka membangun
kekuatan untuk melawan api jadi ketika mereka berjalan
diatas api, api tidak dapat melukai mereka. Dan itulah
sebabnya kalian melihat mereka berjalan atau berlari
diatas api, Beberapa muslim dan non muslim.dinegara
muslim kalian lihat mereka dari tariqah Rifa'I
melakukan itu dan di India kalian lihat non muslim
melakukan itu.

Bagaimana api akan membakar Sayyidina Ibrahim as
ketika dia telah mencapai puncak dari kepasrahan, Jadi
mereka dapat berjalan diatas api. Ketika dia telah
mencapai kepasrahan, tidak seperti yang berjalan
diatas api, tetapi seluruh tubuh dan hatinya ada dalam
kepasrahan dan penyerahan diri.untuk beberapa orang,
maka api tunduk pada mereka, tetapi untuk Nabi Ibrahim
as, Dia pasrah dan menyerahkan dirinya pada Allah dan
lalu api itu menjadi dingin dan damai kepadanya.

Dia dengan segera menerima dukungan Allah.dukungan
Allah akan datang pada orang-orang yang sabar.Siapa
yang sabar, maka dukungan Allah akan mendatanginya.
Allah berfirman dalam Qur'an Suci:

ÅöäøóãóÇ íõæóÝøóì ÇáÕøóÇÈöÑõæäó ÃóÌúÑóåõã ÈöÛóíúÑö
ÍöÓóÇÈò
Inna Allah yuwaffa as-sabireen ujoorahum bi ghayri
hisaab.
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang
dicukupkan pahala tanpa batas!" [39:10]

Allah akan memberikan pahala yang melimpah pada mereka
yang bersabar. Bersabarlah maka kalian akan
mendapatkan pahala yang melimpah. Sayyidina Ibrahim as
mendapatkan pahala yang melimpah karena dia bersabar.
Lalu apa lawan dari itiraad, yaitu Bersabarlah. Apa<br />yang dapat diambil dari pelajaran kali ini, la<br />tatarid, bal asbur. Jangan keberatan, Jangan
Mengeluh, Bersabarlah.

Wa min Allah at-Tawfiq, Bi hurmatil Fatiha.

Wasalam, arief hamdani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini