Kamis, 26 Februari 2009

Hening


Dipandang kau berdiri
kibarkan nurani sunyi
dari bait alpa hingga pamungkas
ku pandang begitu dalam : ada kesunyian kian mencekam
duh,aku yang berendam dalam kepasrahan
ikut menggigil kedinginan
bukan dingin iman,bukan !
Namun keheningan
ya kesenyapan
wajar bukan ?

Unggunan api hanya membakar syahwati
dan telah lama menjadi mati
sejak ibu bapakku mengajarkanku kata kata
sejak kanak kanak aku berlarian
mendapatkan kepasrahan
mengabdikan kegalauan
duh,begitu berdayanya sang penyair
hingga aku ragu bersikap dan masih saja bertanya mengapa ?
aku terus saja menggali
jika masih ada sisa sisa kepedulian
dan aku tersiksa sungguh tersiksa
begitu rumitnya watak manusia...

Pekalongan 29 juli 1990

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini