Senin, 16 Februari 2009

Ada Berapakah Agama Yang Benar?

Pembicaraan yang paling sensitif dan yang paling banyak dihindari pada
zaman modern ini adalah pembicaraan tentang perbedaan agama-agama.

Kebanyakan dari kita risih untuk membicarakan agama manakah yang
paling benar. Masalah ini menjadi lebih sulit lagi karena di indonesia
memang dilarang keras membicarakan masalah-masalah yang berhubungan
dengan isyu SARA didepan umum.

Saya menyadari, dengan menulis isyu ini bisa jadi saya akan menjadi
bahan ejekan, makian dan tertawaan orang-orang dan bahkan boleh jadi
lebih dari itu. Bisa jadi yang tadinya teman menjadi lawan dan yang
tadinya lawan menjadi teman secara ideologi….bahkan tidak menutup
kemungkinan saya akan dicari dan dimasukkan ke hotel pledo � .

Untuk membahas persoalan ini saya mulai dengan keingin tahuan saya
dengan mengajukan tiga pertanyaan penting, yaitu :

Pertama, Apakah
sesorang wajib memilik satu agama saja atau mengikuti beberapa agama
dalam waktu yang bersamaan?

Kedua, Jika yang masuk akal adalah mengikuti satu agama saja, maka
apakah kita bebas memilih salah satu agama mana saja tanpa
membeda-bedakannya satu sama lain? Apakah semua agama saja saja dan
ambil yang mana saja pasti BENAR?

Atau apakah hanya ada satu agama saja yang benar di tiap-tiap zaman?
Ini adalah jenis pertanyaan yang paling mudah untuk mendapatkan
jawabannya, pastilah dalam satu zaman hanya ada satu agama saja yang
benar, ini bisa dibuktikan secara mudah dengan melihat fakta bagaimana
semua orang ingin mempertahankan agamanya karena mereka menggangap
agamanyalah satu-satunya agama yang benar.

Fakta yang kita saksikan tersebut berbeda dengan apa yang
dikampanyekan oleh mereka yang mengembangkan isyu pluralisme agama.
Mereka mengatakan pada setiap zaman semua agama sama saja. Semua agama
memiliki keabsahan yang sama..

Tentu saja benar adanya bahwa tidak ada pertentangan antara satu nabi
dengan nabi yang berikutnya. Semua Nabi diseru dan diutus untuk
menyeru kepada jalan Tuhan yang satu. Tidak masuk akal kalau Tuhan
yang satu memerintahkan utusannya menyeru kepada jalan yang
berbeda-beda dan menciptakan beberapa aliran yang saling bertentangan.

Namun demikian tidaklah berarti bahwa disetiap zaman dan dalam waktu
yang bersamaan ada beberapa agama yang benar dan karenanya setiap
orang bebas memilih agama manapun yang mereka inginkan sebagai mana
orang memilih nomor undian secara acak.

Yang betul adalah setiap orang harus beriman kepada semua Nabi utusan
Tuhan, dan mengikuti apa yang dikabarkan oleh nabi-nabi tersebut.
Dalam hal ini termasuk mengikuti dan mengimani khabar siapa Nabi yang
akan datang berikutnya. Dan sebaliknya harus mengimani apa yang
dikatakan oleh nabi terakhir tentang siapa nabi sebelumnya.

Setelah kita melihat fakta dan menerimanya dengan akal yang sehat
bahwa setiap zamannya hanya ada satu agama yang benar, maka pertanyaan
ketiganya adalah Apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang
benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran
agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?

Misalnya agama yang benar telah memerintahkan untuk berbuat baik
kepada semua manusia, mendukung hak-hak orang yang tertindas,
menengahi perselisihan, memerangi para pemeras dan penindas, menolong
orang-orang yang bernasib malang, membantu orang-orang miskin,
menegakkan keadilan dan memberikan pendidikan sebagaimana tugas
kenabian pada setiap zamannya. Lalu kita bertanya apakah mereka yang
melakukan tugas-tugas kenabian tersebut akan diberi pahala atau tidak?

Dengan kata lain apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah
sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan?

Bersambung ke thread berikutnya yang berjudul : Dua Jalan Pemikiran

Salam,

(Sumber : Iman K. www.parapemikir.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini